Ini yang Jadi Instrumen Pertumbuhan Industri

Sosialisasi rencana pembangunan kawasan industri di Purwakarta yang berlangsung di Holiday Inn Pasteur Bandung, Rabu (7/6) malam.
(jabartoday.com/erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Salah satu unsur penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi adalah hadirnya kawasan industri. Akan tetapi, idealnya, industri-industri itu beroperasi secara terintegrasi.

“Karenanya, pemerintah menerbitkan Undang Undang 3/2014 tentang kawasan industri. Artinya, industri-industri baru wjib beroperasi di kawasan industri,” tandas Direktur Eksekutif Himpunan Kawasan Industri Nasional, Fahmi Shahab, usai Indtroduction of Mandala Pratama Industrial City (MPIC) bertajuk “The Golden Gate Investment in West Java” di Holiday Inn Pasteur, Jalan Dr Djunjunan Bandung, belum lama ini.

Fahmi menjelaskan, dasar pembangunan kawasan itu karena pemerintah ingin pertumbuhan industri, yang saat ini, jumlahnya mencapai 9.250 unit pabrik, selaras dengan aspek sosial dan kelestarian lingkungan. Hal ini, lanjutnya, dapat memberi kepastian bagi para investor saat berinvestasi di Indonesia, termasuk Jabar.

Di Iuar Jawa, ucapnya, rencananya, ada 23 kawasan industri baru. Karakternya berbeda dengan di Jawa. Kawasan di liar Jawa, jelasnya, mendekati titik low material. Sedangkan di Jawa, sambungnya, menitikberatkan pada market. Khusus Jabar, sejauh ini, ada 23 kawasan industri.

“Rencananya, di Jabar, hadir beberapa kawasan industri baru. Satu di antaranya, Purwakarta. Menurutnya, Purwakarta terpilih karena secara geografis, infrastruktur, dan akses, tergolong memadai. Selain itu, sambungnya, juga wilayah timur, yaitu Sumedang, mengingat adanya pembangunan Kertajati Aerocity. (win)

Related posts