Monday , 30 March 2020
Home » Pendidikan » Ini Prioritas Pemkot pada PPDB Tahun 2017

Ini Prioritas Pemkot pada PPDB Tahun 2017

Istimewa

JABARTODAY.COM – BANDUNG Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) dalam waktu dekat akan dilaksanakan. Dalam proses penerimaan itu tidak dipungkiri selalu ada masalah yang harus dicarikan solusinya.

“Selalu ada permasalahan dalam proses PPDB. Itu terjadi dari tahun ke tahun. Walau, Dinas Pendidikan Kota Bandung sudah berusaha mengantisipasinya, selalu saja ada insiden di luar ekspektasi. Salah satunya, masalah pemenuhan kuota warga miskin,” kata Sekretaris Kota Bandung Yossi Irianto di Gedung Serbaguna Pemkot Bandung, Jumat (26/5).

Yossi menjelaskan, meminimalisir kemacetan dan mewujudkan keadilan di masyarakat terkait mekanisme PPDB, menjadi prioritas Pemkot Bandung tahun ini. Sebab, seperti tahun-tahun sebelumnya, problem pemenuhan kuota kewilayahan selalu memunculkan masalah krusial. “Masyarakat rata-rata mengeluhkan masalah yang sama. Nilai siswa yang tak diterima selalu lebih tinggi daripada siswa yang diterima lewat pemenuhan kuota kewilayahan,” tutur Yossi.

Setelah diusut, diketahui siswa tersebut tidak diterima karena memilih sekolah yang dituju sebagai pilihan kedua. Hal itu tidak tertuang dalam mekanisme pengisian pemenuhan calon peserta didik jalur kewilayahan. Di sisi lain, sekolah tidak membedakan kelas yang diterima lewat jalur kewilayahan dan jalur umum. “Padahal, proses masuknya berbeda,” tukas Yossi.

Sebenarnya, terang Yossi, ada cara untuk mengantisipasi hal itu. Dengan begitu pendaftar tidak hanya menumpuk di sekolah tertentu dan membuat sekolah lain sepi peminat.”Ini harus dilakukan Disdik Kota Bandung,” sebut Yossi.

Semua hal yang berhubungan dengan PPDB jalur kewilayahan, ucap Yossi, banyak disoroti masyarakat. Yossi menyatakan, Disdik harus paham dan menerimanya. Hal itu berarti jalur kewilayahan sudah mempunyai perhatian lebih masyarakat.

“Meski ada siswa yang tidak diterima karena memilih sekolah terdekat sebagai pilihan kedua, wali murid dari jalur umum tidak mempermasalahkannya,” tutup Yossi. (koe)