
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Untuk menggerakkan dan menumbuhkan perekonomian, pemerintah melakukan sejumlah upaya. Di antaranya, menggenjot program pembangunan infrastruktur di seluruh daerah Nusantara, tidak terkecuali Jabar.
Di Tatar Pasundan, ada beberapa proyek pembangunan infrastruktur. Antara lain, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, rencana pembangunan Pelabuhan Patimban Subang, energi listrik, jalan tol, double track jalur kereta, dan lainnya.
Tidak heran, rencana-rencana dan proyek infratstruktur itu diminati banyak investor, termasuk Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD), yang merupakan bagian Islamic Development Bank (IDB) dan Thiqah, IDB Group Business Forum.
Tentumya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar merespon positif hal itu. Wakil Gubernur Jabar, Dedy Mizwar, mengimbuhkan, banyak proyek infrastruktur yang dapat ditawarkan, termasuk kepada investor Timur Tengah.
Bahkan, untuk mempermudah danenbah daya tarik bagi para investor, Dedy menegaskan, pihaknya memberlakukan skema Three Hours Invesent Licensing Services. Artinya, jelas dia, para investor dapat mengantungi izin pembangunan proyek infrastruktur di kawasan industri dalam waktu 3 jam.
Soal hadirnya ICD, Dedy mengutarakan, hal itu merupakan hal positif. Harapannya, cetus Dedy, keterlibatan investor Timur Tengah itu, secara tidak langsung, mendongkrak sektor pariwisata, khususnya, ekonomi syariah.
“Halal life style kan punya potensi dan harus dapat berkembang. Masa kalah oleh Singapura. Harapannya, hadirnya para investor dalam sejumlah proyek infrastruktur di Jabar mendorong pertumbuhan ekonomi syariah,” tutup pemeran Naga Bonar ini. (win)





