Home » Ekonomi » Infrastruktur Masih Jadi Kendala Pariwisata

Infrastruktur Masih Jadi Kendala Pariwisata

Jawa_BaratJABARTODAY.COM – BANDUNG
Sejauh ini, sektor pariwisata menjadi unsur penting dalam meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, tidak hanya nasional, tetapi juga Jawa Barat. Terlebih, sejak beberapa tahun terakhir, Jabar punya daya saing kuat untuk menjadi salah satu destinasi wisata, selain provinsi lainnya, semisal Bali, Yogyakarta, dan sebagainya.
 
Akan tetapi, sampai kini, masih ada beberapa hal yang menjadi kendala sektor pariwisata. “Benar. Ada sejumlah permasalahan yang menjadi hambatan pariwisata, khususnya, di Jabar. Padahal, Jabar, khususnya, Bandung, memiliki potensi pariwisata yang luar biasa,” ujar Ketua Badan Promosi Pariwisata Indonesia, Yani Sahid Sukamdani, usai Media Gathering Kepariwisataan, belum lama ini.
 
Menurutnya, beberapa hal yang masih menjadi hambatan kepariwisataan di Jabar, yaitu ketersediaan sarana infrastruktur yang belum optimal. Memang, kata dia, saat ini, antara Bandung dan Jakarta terdapat jalur kereta api. Namun, hal itu belum tersosialisasikan secara maksimal.
 
Kondisi itu, lanjutnya, membuat tidak sedikit wisatawan, baik wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara yang menggunakan jalur darat selain KA untuk menuju Jabar, utamanya, Kota Bandung.
 
Dikatakan, masih belum optimalnya ketersediaan sarana infrastruktur tersebut membuat terjadinya kepadatan arus lalu lintas. Dia berpandangan, kepadatan dan kemacetan arus lalu lintas dapat berdampak kurang positif bagi perkembangan pariwisata sebuah daerah. Pasalnya, terang dia, para wisatawan, menjadi enggan untuk berkunjung ke sebuah tujuan wisata karena adanya kepadatan dan kemacetan tersebut. “Tentunya, ini merugikan,” sahut dia.
 
Selain akses infrastruktur jalan, tambahnya, Jabar pun perlu memiliki pelabuhan yang mumpuni. Hal itu dapat menunjang peningkatan jumlah kunjungan wisatawan.
 
Khusus Bandung, imbuh dia, sebagai tujuan wisata, kota ini perlu memiliki sejumlah sarana pendukung, selain infrastruktur jalan, juga adanya sarana MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition) level internasional. Keberadaan MICE dapat menambah daya tarik pariwisata Bandung.
 
Berbicara tentang target kunjungan wisata tahun ini, Yani menyebutkan, untuk domestik, proyeksinya mencapai 9,5 juta orang. Hingga Juni, ungkapnya, jumlah kunjungan wisatawan lokal sebanyak 4,5 juta orang. (ADR)