Apartemen Rambah Kawasan Pendidikan

(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)
(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Peluang bisnis sektor properti, khususnya, apartemen, kian terbuka. Hal itu terjadi seiring dengan banyaknya kawasan yang memang memiliki potensi pasar. Satu diantaranya, kawasan pendidikan, semisal Jatinangor, Kabupaten Sumedang.
 
Di kawasan itu, berdiri sejumlah perguruan tinggi. Sebut saja, Universitas Padjadjaran, Institut Teknologi Bandung, Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri, dan Institut Koperasi Indonesia.
 
Hal itulah yang membuat kalangan pengembang properti untuk melakukan pembangunan dan pemasaran apartemen. Saat ini, di Jatinangor, terdapat 4 apartemen, Pinewood, Easton Park, Skyland, dan Taman Melati. “Kawasan pendidikan memang menjadi bisnis yang menggiurkan bagi sektor properti. Itu karena pasarnya bukan hanya kalangan mahasiswa, melainkan lainnya, seperti investor,” tukas Ketua DPD Real Estate Indonesia Jawa Barat, Yana Mulyana, belum lama ini.
 
Menurutnya, pasar mahasiswa tidak pernah sepi. Pasalnya, terang dia, setiap tahun, jumlah mahasiswa cenderung meningkat. Sebagai kota pendidikan di tanah air, Yana berpendapat, Bandung merupakan titik yang tepat untuk lokasi pembangunan apartemen mahasiswa. Di kota ini terdapat beberapa lokasi yang cocok untuk apartemen mahasiswa. “Misalnya, Jalan Setiabudi, Ciumbuleuit, Dipatiukur, dan Jatinangor,” sebutnya.
 
Mengenai pertumbuhan apartemen, Yana menyatakan, hal itu menunjukkan sejak tiga tahun terakhir, tren positif. Rata-rata, sahut dia, sekitar 12 persen per tahun. Sedangkan harga sewanya tumbuh 10-15 persen per tahun.
 
Terbukanya peluang bisnis apartemen di kawasan pendidikan diamini Marketing Easton Park Jatinangor Amar. Menurutnya, sejak penawaran pertama, yaitu 2012, pembangunan Easton Park, yang terdiri atas 1 tower, 26 lantai, dan 1.535 unit itu mendapat respon positif.
 
Kondisi itu membuat harga jualnya melejit luar biasa, yaitu sebanyak 37 kali sejak penawaran pertama tersebut. Secara rata-rata, katanya, kenaikannya 25 persen setiap semester. Meski harga jualnya naik pesat, ungkap dia, saat ini, jumlah unit yang tersisa hanya sebanyak 120 unit.
 
Diutarakan, saat ini, konsumen tidak hanya asal Bandung, tetapi dari berbagai daerah. Satu diantaranya, ungkap dia, konsumen asal Jakarta dan luar Jawa, semisal Kalimantan dan Sumatera. Tujuannya, terang dia, beragam. “Ada yang menjadi tempat tinggal, investasi, atau mereka sewakan,” kata dia. (ADR)

Related posts