Idul Fitri, PLN Siapkan Pasokan 15 Ribu MW

jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Menjelang Idul Fitri 2017, banyak lembaga yang melakukan berbagai persiapan untuk menyikapi sekaligus mengantisipasi terjadinya beragam kemungkinan. Pun dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero).

Lembaga BUMN bidang ketenagalistrikan itu menyusun langkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, utamanya, dalam hal menjamin ketersediaan energi listrik. Di Jabar, PT PLN Distribusi Jawa Barat (Disjabar) juga melakukan hal yang sama.

“Menyambut Idul Fitri tahun ini, ada beberapa langkah dan upaya yang kami lakukan. Di antaranya, menyiapkan daya pasok sebesar 9.786 Mega Watt (MW) ditambah cadangan daya 5.098 MW,” tandas General Manager (GM) PT PLN (Persero) Disjabar, Iwan Purwana, di Hotel Luxton, Jalan Ir H Djuanda Bandung, belum lama ini.

Dikatakan, pada Idul Fitri kali ini, pihaknya memprediksi, beban puncak pada waktu siang, sebesar 3.284 MW. Angka itu naik 793 MW dan lebih besar 31,8 persen daripada Idul Fitri 2016. Beban puncak pada waktu malam pun, sambungnya, naik 395 MW. Jika Idul Fitri 2016, beban puncak waktu malam sebesar 2.491 MW, tahun ini, imbuhnya, menjadi 4.688 MW atau lebih besar 15,85 persen.

Namun, apabila perbandingannya dengan beban puncak kondisi normal, Iwan menyatakan, kondisinya lebih kecil. Beban puncak waktu siang Idul Ftri 2017, jelasnya, lebih rendah 36,5 persen daripada beban puncak waktu siang kondisi normal atau turun 1.892 MW. “Pun dengan beban puncak waktu malam pada Idul Fitri 2017 yang turun 1.300 MW atau lebih rendah 21,7 persen daripada kondisi normal,” tukasnya.

Iwan mengatakan, secara global, pemakaian energi listrik pada momen Idul Fitri tahun ini, perkiraannya, cenderung turun. Itu karena, terang dia, tidak adanya sejumlah aktivitas mengingat bergulirnya cuti bersama mulai 23 Juni 2017. “Cuti bersama membuat industri, perkantoran, dan pelanggan komersial kami meliburkan aktivitasnya. Kami perkirakan, kondisinya kembali normal pada H+2 – H+7,” tukasnya.

Akan tetapi, Iwan menambahkan, di beberapa daerah, seperti Cirebon, Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Majalengka, Cianjur, Sukabumi, dan lainnya, perkiraannya, konsumsi listrik mengalami sedikit kenaikan. Itu karena, kilah Iwan, daerah-daerah tersebut merupakan destinasi mudik. (win)

Related posts