Idul Fitri, PLN Siapkan Daya Pasok 9.786 MW

jabartoday.com/erwin adriansyah
jabartoday.com/erwin adriansyah
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Biasanya, pada momen Ramadan, khususnya, Idul Fitri, terjadi kenaikan kebutuhan dalam berbagai sektor. Akan tetapi, dalam hal penggunaan dan pemanfaatan listrik pada momen Idul Fitri tahun ini cenderung turun jika perbandingannya dengan kondisi normal.

“Ada kecenderungan, mulai H-5 Idul Fitri, beban puncak turun. Perkiraannya, beban puncak kembali normal pada H+4 Idul Fitri. Kecenderungan turunnya beban puncam itu karena ada sejumlah pelanggan yang memang pemakaian listriknya turun, yaitu liburnya industri, perkantoran, termasuk pelanggan komersial lainnya,” tandas General Manager PT PLN Distribusi Jawa Barat (DJB), Iwan Purwana, pada acara Buka Bersama di Hotel Homann, Jalan Asia Afrika Bandung, Jumat (17/6).

Dikatakan, di Tatar Pasundan, beban puncak dalam kondisi normal periode Mei 2016 pada waktu siang sebesar 6.795 Mega Watt (MW). Saat Idul Fitri, sambungnya, beban puncak pemakaian listrik di Jabar saat siang sebesar 2.117 MW atau lebih tinggi 114 MW daripada beban puncak Idul Fitri 2015 pada waktu siang.

Pada waktu malam, imbuhnya, beban puncak dalam kondisi normal periode Mei 2016 sebanyak 7.015 MW. “Sementara saat Idul Fitri pada waktu malam, beban puncaknya 3.953 MW, lebih tinggi 120 MW daripada beban puncak Idul Fitri 2015 pada waktu malam,” urainya.

Mengenai ketersediaan pasokan listrik, Iwan menegaskan, pihaknya menggaransi. Saat Idul Fitri 2016, sebut pria berdarah Sumedang ini, di Jabar, pihaknya menyiapkan daya pasok mencapai 9.786 MW.

Meski prediksinya pemakaian beban puncak Idul Fitri tahun ini cenderung turun, Iwan menegaskan, pihaknya tetap menjaga keandalan pasokan listrik. Upayanya, sahut Iwan, pihaknya tidak melakukan pemeliharaan jaringan pada H-7 – H+5 Idul Fitri.

“Lalu, menyiapkan 107 posko siaga 24 jam berkekuatan 1.148 personil petugas. Kemudian, menyiagakan 375 unit kendaraan pelayaan teknik, 30 unit trafo mobil, 18 unit mobil crane, 6 unit mobil deteksi gangguan, dan 89 unit genset berkapasitas 1-100 Kilo Volt Ampere (KVA),” tutup Iwan, seraya menyebut nilai tunggakan di Jabar hingga kini mencapai Rp 45 miliar. (ADR)

Related posts