Husein Sastranegara, Tuan Rumah Kejuaraan Terjun Payung Internasional

  • Whatsapp
Komandan Lapangan Udara Husein Sastranegara Kolonel (Pnb) I Nyoman Trisantosa (tengah) dan Ketua Panitia Effendy Soen (kanan) memberikan keterangan terkait Kejuaraan Terjun Payung Internasional Asiania yang akan dihelat September mendatang, Selasa (19/8). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)
Komandan Lapangan Udara Husein Sastranegara Kolonel (Pnb) I Nyoman Trisantosa (tengah) dan Ketua Panitia Effendy Soen (kanan) memberikan keterangan terkait Kejuaraan Terjun Payung Internasional Asiania yang akan dihelat September mendatang, Selasa (19/8). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Kejuaraan Terjun Payung Internasional Asiania akan segera dihelat di Lapangan Udara Husein Sastranegara Bandung, 5-14 September 2014. Ketua Panitia Effendy Soen memastikan kompetisi ini adalah satu-satunya di dunia yang diadakan di sebuah bandara komersial.

Alasan Kang Soen, sapaan akrabnya, menggelar acara tingkat dunia ini di Husein Sastranegara dikarenakan, sejak kecil dirinya selalu terjun payung di bandara tersebut. “Selain itu, tidak ada kegiatan di Bandara Husein Sastranegara. Kalaupun ada acara serupa itupun di Lanud Sulaeman, yang aksesnya mencapai 3 jam,” papar Kang Soen, dalam jumpa pers di Lanud Husein Sastranegara, Selasa (19/8/2014).

Komandan Lanud Husein Sastranegara Kolonel (Pnb) I Nyoman Trisantosa menegaskan kesiapannya dalam menggelar kejuaraan yang melibatkan negara Asia juga Eropa tersebut. Mengingat acara diadakan di tempat yang intensitas kegiatannya sangat tinggi, terutamanya penerbangan, Nyoman memiliki jawaban. “Maka itu kita menggunakan waktu jeda, yakni jam 07.00-09.00. Dan kita juga telah berkoordinasi dengan pihak Angkasa Pura II untuk pengaturan jadwal,” jelas Nyoman.

Nyoman tidak memungkiri para penumpang akan mengalami keterlambatan penerbangan (delay), maka itu pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Apalagi acara ini mendapat dukungan dari Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) yang dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Ida Bagus Putu Dunia. “Seluruh sarana telah siap. Sekarang tinggal bagaimana mewadahi jadwal penerbangan,” tukas Nyoman.

Kejuaraan bagi para anggota Asiania -federasi terjun payung Asia dan Oceania- adalah yang kedua kalinya diselenggarakan di Indonesia, setelah Solo di tahun 2010. Dan akan mempertandingkan nomor Ketepatan Mendarat Putra-Putri Perorangan dan Beregu, Kerjasama di Udara 4 Peterjun, Kerjasama Antar Parasut Perputaran Susun Tegak 4 Peterjun, serta Kerjasama Antar Parasut 2 Peterjun Perubahan Bentuk.

“Minimal yang tampil di sini adalah juara dunia dan tidak memikirkan prosedural-prosedural yang ada, karena telah memiliki jam terbang tinggi,” pungkas Kang Soen. (VIL)

Related posts