Harga Fluktuatif, Laba Katering Drop

foto: erwin adriansyah
foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejak beberapa bulan terakhir, perekonomian nasional mengalami perlambatan. Itu terjadi karena efek ekonomi global ditambah oleh fluktuasi harga jual sejumlah komoditi. Tentunya, situasi itu berpengaruh pada daya beli masyarakat.

Turunnya daya beli masyarakat pun berimbas pada sektor dunia usaha. Sektor jasa boga, utamanya, katering, menjadi satu di antara sektor yang terkena dampak kondisi perekonomian nasional terkini. “Tentu, pengaruh fluktuasi harga sangat kami rasakan,” tandas Imas Yuhana, Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Asosiasi Perusahaan Jasa Indonesia (APJI) Kota Bandung, usai Launching Majalah The Catering di Hotel Trans Luxury, Jalan Gatotsubroto Bandung, Rabu (19/8).

Owner Bayem Sabelas ini meneruskan, situasi tersebut menyulitkan para pelaku usaha jasa boga, utamanya, katering. Pasalnya, pihaknya harus tetap menjaga kualitas produk meskipun harga jual komoditi-komoditi yang berkenaan dengan produk katering mengalami kenaikan. Hal itu, sambung wanita berkerudung ini, membuat keuntungan para pebisnis katering drop.

Karenanya, Imas berharap pemerintah, mulai level pusat, provinsi, hingga kota-kabupaten, melakukan berbagai langkah strategis, seperti stabiliasasi harga jual. Selain itu, imbuhnya, pihaknya pun berharap pemerintah dapat menjaga ketersediaan komoditi.

Di tempat sama, Wakil Ketua DPC APJI Kota Bandung, Derry Septiadi, mengakui bahwa keuntungan turun. Walau belum melakukan kalkulasi karena biasanya perhitungan keuntungan berlangsung setiap bulan, Derry memperkirakan, efek fluktuasinya harga jual beragam komoditi membuat keuntungan drop 5-10 persen.

Selain fluktuasi harga, hal lain yang menjadi tantangan para pebisnis jasa boga adalah ajang ASEAN Economic Community (AEC), yang berlangsung akhir 2015. Guna meningkatkan daya saing, Derry menegaskan, DPC APJI Kota Bandung melakukan beragam upaya. Di antaranya, menjaga kualitas produk melalui sistem standardisasi produk. “Lalu, kami pun melakukan uji kompetensi. Tujuannya, menaikkan daya saing SDM (Sumber Daya Manusia). Itu supaya produk jasa, termasuk SDM-nya punya daya saing lebih tinggi pada saat AEC bergulir,” tutup Derry. (ADR)

Related posts