Harga Beras Jabar Mengekor Jakarta

Ferry Sofwan Arief (erwin adriansyah)
Ferry Sofwan Arief
(erwin adriansyah)

JABARTODAY. COM – BANDUNG — Beberapa hari terakhir, harga jual beras di Jakarta mengalami kenaikan. Ironisnya, kenaikan harga beras di ibu kota itu juga terjadi di Jabar. Pada pedagang beras di Jabar mengekor pergerakan harga di Jakarta. Kuat dugaan, naiknya harga beras di Jabar karena beberapa hal. Di antaranya, spekulasi.

“Ini aneh. harga jual beras di Jabar ikut-ikutan Jakarta. Padahal, ketersediaan beras di Jabar melimpah. Selain itu, pendistribusiannya pun aman, tidak ada kendala,” tandas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Jabar, Ferry Sofwan Arief, pada sela-sela Inspeksi Mendadak Gudang Bulog Jabar, kawasan Gede Bage Kota Bandung, Senin (23/2).

Ferry menegaskan, para pedagang beras tidak dapat menyamakan harga jual beras di Jabar dengan Jakarta. Itu karena, jelasnya, sejauh ini, Jakarta merupakan salah satu titik pemasaran. Sedangkan Jabar merupakan sentra produksi beras. Jadi, katanya, tidak wajar jika Jabar pun mengalami kenaikan harga beras.

Menurutnya, naiknya harga beras di Jabar, dapat terjadi karena adanya spekulasi. Tidak tertutup kemungkinan, lanjutnya, juga adanya kebijakan Menteri Perdagangan berkaitan dengan putusan pemerintah yang tidak berencana melakukan impor beras pada 2015.

Soal harga beras, Ferry menyebutkan, pada Desember 2014, secara rata-rata, di Jabar, harga jual komoditi itu senilai Rp 9.500 per kilogram. Akan tetapi, sambungnya, saat ini, harga jual beras melejit 11 persen atau rata-rata menjadi sekitar Rp 10.600 per kilogram.

Untuk mengantisipasi hal itu, Ferry menyerukan kota-kabupaten segera mengajukan operasi pasar (OP) beras kepada Perum Bulog.  “Seluruh kota-kabupaten dapat mengajukannya kepada 7 sub-divre Bulog. Kalau pun mau mengajukannya langsung kepada Bulog Divre Jabar, silakan,” seru Ferry.

Ferry mengutarakan, kabupaten-kota dapat mengajukan OP meski harga beras naik 5-10 persen. “Ajukan OP segera. Kota-kabupaten  jangan menunggu kenaikan harga beras mencapai 30 persen,” pungkas Ferry.  (ADR)

Related posts