
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Untuk memenuhi kebutuhan pangan, tentunya, ketersediaan menjadi unsur penting. Agar ketersediaan pangan, khususnya, beras terjaga, Jabar, yang menjadi sentra produsen beras nasional, bertekad untuk meningkatkan kapasitas produk pertaniannya pada tahun ini.
“Benar. Tahun ini, kami proyeksikan terjadi peningkatan produksi pertanian,” tandas Kepala Dinas Pertanian Jabar, Uneef Permadi, pada sela-sela Inspeksi Mendadak (Sidak) di Gudang Beras Bulog Divisi Regional (DIvre) Jabar, kawasan Gede Bage, Kota Bandung, Senin (23/2).
Uneef menyatakan, secara umum, kondisi produksi pertanian Jabar pada 2015 berlangsung normal. Saat ini, sebut dia, luas areal pertanian Jabar mencapai 1 juta hektare. Luas panennya, kata dia, pihaknya berharap mencapai 900 ribu hektare.
Soal produksi, Uneef menyatakan, pihaknya berharap, minimalnya, realisasi produksi pertanian Jabar seperti pada 2013. Saat ini, lanjutnya, volume produksi mencapai 12 juta ton gabah kering giling (GKG). Memang, lanjut dia, tidak tertutup kemungkinan, tahun ini, sedikit turun.
Meski demikian, tegas dia, secara umum, tidak ada permasalahan dalam dunia pertanian Jabar. Itu karena, terangnya, segala hal yang berkaitan dengan pertanian dalam kondisi normal. Yaitu, distribusi pupuk lancar. Program pertanian pun, tambahnya, tetap bergulir dan tidak terkendala.
Karenanya, cetus dia, pada 2015, pihaknya menargetkan pertumbuhan produksi pertanian sebesar 1,5 juta ton lebih tinggi daripada realisasi 2013. Secara angka, lanjutnya, pihaknya memproyeksikan hasil produksi pertanian tatar Pasundan tahun ini mencapai 13,5 juta ton GKG.
Soal banjir yang terjadi pada 2014, Uneef tidak membantah adanya lahan pertanian yang mengalami gagal panen. Luasnya, sebut dia, sebesar 56 ribu hektar. Namun, sergah dia, kondisi itu tidak mengganggu produksi pertanian Jabar. (ADR)





