Gerakan Masyarakat Pemilu Bersih Untuk Jokowi Presiden (Gema Luber) siap mengawasi pelaksanaan Pemilihan Presiden, 9 Juli mendatang. Gerakan tersebut diinisiasi usai bercermin pada Pemilu Legislatif yang sarat akan kecurangan di tingkat Panitia Pemungutan Suara dan Panitia Pemilihan Kecamatan di tingkat kabupaten/kota.
Menurut Koordinator Gema Luber Syarif Bastaman, pihaknya akan mengawal pelaksanaan Pilpres mendatang. Hal itu dilakukan untuk menghindari kecurangan yang terjadi. “Jangan sampai manipulasi suara terjadi pada Pilpres nanti,” ujar Syarif di Bale Gazeebo, Rabu (21/5/2014).
Dia menambahkan, beberapa usulan mekanisme dalam penyelenggaraan Pilpres akan diajukan kepada Komisi Pemilihan Umum Daerah terkait rentannya rekapitulasi suara di tingkat PPS dan PPK. Karena itu, pihaknya berharap KPUD dapat menerima rekapitulasi digelar langsung di KPU pusat. “Kalaupun ada kekhawatiran manipulasi suara, itu dapat diminimalisasi saat rekapitulasi berlangsung di KPU provinsi,” ucap Syarif.
Anggota tim hukum Gema Luber Dwi Putro menambahkan, usulan yang diberikan Gema Luber berdasarkan UUD No 42/2014 dan Peraturan KPU No 19/2014. “Ada perundangan yang mengatur, sehingga jangan sampai Pilpres nanti cacat secara hukum,” imbuhnya. (VIL)






