Ekonomi Masih Lesu, BSM Tatap Pertumbuhan Positif

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Dalam beberapa bulan terakhir, kondisi perekonomian nasional mengalami perlambatan pertumbuhan. Itu terjadi karena beragam faktor. Di antaranya, meningkatnya harga jual beragam komoditi sebagai efek naiknya berbagai komponen dan komoditi ekonomi, seperti tarif dasar listrik (TDL), elpiji, dan fluktuasi harga jual bahan bakar minyak (BBM) ditambah oleh melemahnya rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Kendati demikian, kondisi itu tidak menyurutkan tekad dan optimisme PT Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk tetap mencatat pertumbuhan positif. “Kami optimis. Beberapa cara dan strategi kami tempuh, melalu penjalinan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk dengan perguruan tinggi, seperti MoU dengan ITB yang kami tandatangani,” tandas Direktur Utama PT BSM, Agus Sudiarto, pada Penandatanganan MoU Bank Syariah Mandiri dengan ITB di Gedung Rektorat ITB, Jalan Ganesa Bandung, Rabu (8/7).

Agus mengatakan, optimisme tersebut bukan tanpa dasar. Pasalnya, jelas dia, pihaknya memiliki jaringan yang cukup luas, yaitu mencapai 865 outlet. Indikator lainnya, sebut dia, terlihat dalam hal funding. Hingga Maret 2015, sebut dia, pihaknya mencatat nilai dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 59,75 triliun. Angka itu lebih tinggi 8,35 persen daripada periode sama 2014. Komposisinya, ucap dia, 47,59 persen merupakan dana murah, seperti giro dan tabungan. Sisanya, lanjut dia, 52,41 persen merupakan dana mahal semisal deposito. (ADR)

Related posts