Edwin Senjaya: Jangan Lengah dan Tetap Displin, Virus Corona Masih Mengancam

Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya, di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (15/7/2020). (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya mengingatkan masyarakat tidak lengah terhadap ancaman Covid-19. Edwin mengimbau masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Poin pentingnya, kita disiplin untuk menjalankan protokol kesehatan,” kata politisi Partai Golkar, di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (15/7/2020).

Edwin melanjutkan, meskipun telah memasuki adaptasi kebiasaan baru, dia mengingatkan bahwa penyebaran Covid-19 masih terus terjadi di sekitar kita. Untuk itu, dia menekankan pentingnya masyarakat tidak lengah dan tetap displin terhadap protokol kesehatan.

“Kita masih tetap perlu menjalankan protokol kesehatan. Hal ini guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona,” ujar Ketua Harian DPD II Partai Golkar Kota Bandung ini.

Edwin menambahkan dalam kondisi seperti sekarang sulit menetapkan sebaran virus corona, siapa terkena oleh siapa. Sebab, inti persoalannya bukan di istilah, melainkan pada kesadaran masyarakat terhadap ancaman penyebaran virus corona baru di Iingkungan. Apalagi, katanya, dengan dihentikannya pembatasan sosial berskala besar, masyarakat seperti berada dalam situasi normal. Dia menyarankan masyarakat jangan lengah, serta tetap mengantisipasi kemungkinan ancaman baru Covid-19 ini.

Berita Terkait

“Yang jelas, dengan belajar dan membandingkan dengan kondisi sejumlah daerah, maka lebih bijak kita tetap bersikap waspada terhadap kemungkinan adanya ancaman virus corona,” kata Edwin.

Disinggung terkait adanya sanksi denda bagi masyarakat yang tidak memakai masker, dirinya berpandangan, yang menjadi urgensi adalah pengawasan di masyarakat. Karena meski diterapkan tidak akan optimal jika pengawasannya masih lemah.

“Kesadaran akan protokol kesehatan di masyarakat yang perlu terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Untuk diketahui Kota Bandung kembali tersentak. Pasalnya, Kecamatan Rancasari yang menjadi wilayah pertama tidak ada kasus positif aktif, kini kembali masuk dalam zona merah karena terdapat tiga orang pasien aktif Covid-19.

Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian dan Analisa Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, dalam kasus baru Covid-19 di Kecamatan Rancasari tidak ada korban meninggal dunia, kini hanya ada tiga orang positif aktif, 15 orang menjadi kasus suspek, tujuh orang menjadi kontak erat, dan enam orang dinyatakan sembuh.

“Hasil pelacakan, referensi itu merupakan data dinamis. Karenanya, terus meningkatkan kewaspadaan menjadi hal yang tak bisa ditawar-tawar lagi,” tegas Ahyani, saat dihubungi, Rabu (15/7/2020).

Dari tiga puluh kecamatan di Kota Bandung, dengan status Kecamatan Rancasari masuk zona merah, maka mengacu pada hasil tracing terbaru ada tujuh Kecamatan di Kota Bandung yang kini berstatus zona biru.

Data pusat informasi Covid-19 (Pusicov) Kota Bandung, mengumumkan tujuh kecamatan itu adalah Kecamatan Ujung Berung, Kecamatan Bandung Kidul, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kecamatan Bandung Wetan, Kecamatan Sukajadi, Kecamatan Sukasari, dan Kecamatan Cidadap. (*)

Related posts