Drop, Konsumsi Semen di Jabar

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Lesunya kondisi ekonomi di tanah air sebagai efek perkembangan global, sepertinya, menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya perlambatan pertumbuhan. Dampaknya, dirasakan para pelaku usaha dan industri.

Kondisi itu pun dirasakan produsen semen. Kepala Departemen Penjualan PT Semen Gresik, Bambang Djoko, tidak membantah bahwa konsumsi angka kebutuhan dan penjualan semen mengalami drop. Hal itu, lanjutnya, juga terjadi di Jabar. “Periode Januari-Juni 2015, konsumsi semen di Jabar drop 8,3 persen lebih rendah daripada periode sama tahun lalu. Paruh pertama 2014, total penjualan atau konsumsi semen di Jabar mencapai 4,3 juta ton. Sedangkan 6 bulan pertama tahun ini, penjualannya 4. juta ton,” tandas Bambang, pada sela-sela Customer Gathering Semen Gresik di Sudirman Grand Ball Room, Jalan Jenderal Sudirman Bandung.

Pihaknya pun, ucap dia, mencatat angka penjualan yang melemah. Januari-Juni 2014, sebut dia, pihaknya mencatat angka penjualan 970.833 ton. Periode sama 2015, sambungnya, penjualannya drop 5,7 persen atau volumenya menjadi 915.828 ton.

Bambang mengatakan, ada beberapa hal yang menyebabkan konsumsi atau penjualan semen drop. Dijelaskan, selain persaingan pasar semen yang kian ketat,
juga, hingga kini, masih banyak program infrastruktur yang belum bergulir. Meski demikian, lanjutnya, pihaknya memperkirakan, pasar semen kembali membaik dan bergairah pada tahun depan.

Perkembangan global pun berefek domino. Di antaranya, kata dia, menyebabkan daya beli masyarakat yang melemah. Untuk itu, ujarnya, pihaknya menyusun berbagai strategi guna kembali meningkatkan kinerja bisnisnya. Menurutnya, pihaknya fokus pada meningkatkan kualitas produk dan kemudahan pelayanan, tidak hanya harga sebagai acuan persaingan.

Dia berpendapat, strategi itu, termasuk pengembangan jaringan, terbukti ampuh. Buktinya, tukasnya, industri semen milik BUMN tersebut mampu menaikkan market share. Di Jabar, sebut dia, pihaknya merebut market share semen 22,8 persen. “Secara overall (nasional.RED), kami punya pangsa pasar 43,8 persen,” seru Bambang. (ADR)

Related posts