
JABARTODAY.COM – BANDUNG
Pelantikan anggota Dewan Pimpinan Rakyat Daerah Jawa Barat periode 2014-2019, Senin (1/9/2014), diwarnai aksi unjuk rasa dari berbagai kalangan, termasuk mahasiswa. Puluhan massa yang tergabung dari Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Jawa Barat dan Gerakan Mahasiswa Jawa Barat, menyuarakan aspirasi mereka.
Sekitar puluhan massa itu menyampaikan orasinya sekitar 100 meter dari Gedung Merdeka Asia Afrika, tepat di bawah jembatan penyeberangan. Pasalnya, Jalan Asia Afrika ditutup total demi kelancaran jalannya kegiatan.
Dalam aksinya tersebut, para mahasiswa menuntut empat hal kepada para legislator baru. Yaitu, melibatkan elemen masyarakat ketika setiap pembuatan Peraturan Daerah (Perda), anggota DPRD dapat melakukan penganggaran dengan efektif dan efisian secara transparan, dapat menjalankan haknya dalam mengawasi kinerja Gubernur secara profesional, serta membentuk Panitia Khusus (Pansus) yang menangani kasus korupsi di Jabar.
“Yang paling pokok adalah perilaku korupsi yang seolah menjadi tradisi kaum-kaum elite birokrat. Jadi tidak mengherankan jika kita melihat rendahnya elite birokrasi,” ujar Koordinator Aksi BADKO HMI Jabar, Hadi Hermawan, di sela-sela aksi.
Massa juga menuntut agar anggota dewan yang bermasalah, terutamanya hukum, agar mundur dari kursinya. Menurutnya, DPRD Jabar harus bisa membantu memberantas praktik korupsi. (VIL)





