Dongkrak Produksi, PT Pindad Alokasikan Rp 300 Miliar

Silmy Karim jabartoday.com/net
Silmy Karim
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Meningkatkan kapasitas produksi menjadi salah satu strategi yang diusung dunia industri. Hal tersebut juga dilakukan PT Pindad (Persero). Setelah menerima suntikan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 700 miliar pada tahun ini, PT Pindad menyusun strategi pengalokasian dana tersebut.

“Benar. Tahun ini, kami menerima PMN Rp 700 miliar. Dana senilai Rp 300 miliar di antaranya, kami peruntukan bagi kebutuhan peningkatan produksi persenjataan dan amunisi. Lalu, dana senilai Rp 300 miliar bagi peningkatan kualitas produk. Sisanya, Rp 100 miliar, untuk keperluan kemitraan,” tandas Direktur Utama (Dirut ) PT Pindad, Silmy Karim, pada kunjungan Menteri Perindustrian,  Saleh Husin, dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Andronov Chaniago, di PT Pindad (Persero), Jalan Gatotsubroto Bandung, belum lama ini.

Adanya suntikan dana tersebut, Silmy menegaskan, pihaknya mencanangkan peningkatkan kapasitas produksi amunisi, mulai kaliber kecil hingga besar. Diutarakan, saat ini, kapasitas produksi kami, untuk amunisi kecil, sebanyak 200 juta butir per tahun. Angka itu masih di bawah kebutuhan, yang jumlahnya 700 juta butir per tahun. “Melalui dana PMN itu, secara bertahap, kami meningkatkan kapasitas produksinya,” cetus Silmy.

Begitu pula dengan amunisi kaliber besar, yaitu 105 milimeter (mm) dan 95 mm, yang berfungsi sebagai peluru artileri dan bisa digunakan jajaran TNI,. Di antaranya, kata Silmy, peluru bagi Main Battle Tank (MBT) terkini, Leporad. Saat ini, aku Silmy, pihaknya mampu memproduksi amunisi kaliber amunisi kaliber 105 mm sebanyak 10.000 butir.

Di tempat yang sama, Menteri Perindustrian, Saleh Husin, menegaskan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak pemanfaatan dan penggunaan produk domestik produksi BUMN. “Khusus PT Pindad, tentunya sesuai jenis produksinya,” sahut Saleh Husin.

Khusus produk PT Pindad, Saleh Husin menyatakan, pihaknya mendorong pemakaiannya secara keseluruhan oleh jajaran TNI-Polri sehingga dapat memperkuat alat angkut sistem pertahanan (alutsista) nasional. Agar terealisasi, Saleh Husin mengungkapkan, pihaknya berencana menggelar rapat koordinasi dengan kementerian yang berkaitan, termasuk bersama DPR. “Itu supaya produk dalam negeri menjadi tuan rumah,” tegasnya.  (ADR)

Related posts