Investasi Jabar Capai Rp 89,7 Triliun

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Adanya anggapan bahwa Jabar memiliki daya tarik investasi, memang terbukti. Hal itu terlihat pada realisasi investasi di tatar Pasundan selama tahun lalu. “Pencapaian investasi 2014 menggembirakan. Melalui Sistem Pelayanan Informasi Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) bersistem Pelayanan Informasi dan Perizinan Investasi Secara Elektronik (SPIPISE) dan mengacu pada proyeksi Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), investasi di Jabar 2014 melebihi target,” tandas Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Jabar, Dadang M Masoem, belum lama ini.

Dadang menyebutkan, pada awal 2014, pihaknya menetapkan proyeksi investasi senilai Rp 72,8 triliun. Ternyata, lanjut dia, pencapaiannya lebih besar. Realisasi investasi 2014 di Jabar mencapai Rp 89,7 triliun. Investasi tertinggi, lanjut dia, adalah Penanaman Modal Asing (PMA). Nilainya, sebut Dadang, sejumlah Rp 70,98 triliun. Sisanya, sambung Dadang, merupakan investasi dalam negeri atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), sebesar Rp 18,.72 triliun. “Ini menunjukan Jabar masih menjadi daerah tujuan utama investasi,”  sahut Dadang.

Investasi yang bersumber pada PMA, jelas Dadang, meliputi 2.393 proyek. Angka penyerapan tenaga kerjanya pun tinggi, yaitu sejumlah 311.261 orang. Tentang PMDN, Dadang menerangkan, investasinya terdapat pada 330 proyek. Penyerapan tenaga kerjanya sebanyak 63.335 orang.

Jika melihat pencapaian investasi itu, secara totalnya, ungkap dia,  jumlah proyeknya mencapai 2.723 proyek dan mampu menyerap sebanyak 374.486 orang tenaga kerja. Dadang berkeyakinan jika mengacu pada pencapaian tersebut, proyeksi penyediaan sebanyak 2 juta lapangan kerja pada 2018 dapat terealisasi. “Bahkan, kami yakin, target penyediaan 2 juta lapangan kerja dapat terlewati,” cetusnya.

Dadang menambahkan, tatar Parahyangan pun mencatat investasi non-SPIPISE (LKPM)  berupa akitvitas kota-kabupaten, yang secara regulasi tidak harus mengacu pada SPIPISE (LKPM), nilainya tidak melebihi Rp 500 juta. Tujuan pencatatan investasi non-SPIPISE itu, kata Dadang, adalah pemenuhan kebutuhan dan kepentingan investasi di Jabar. Karenanya, ucap dia, proyeksi investasi Jabar melebihi apa yang menjadi target nasional.

Berdasarkan RPJM, seru Dadang, proyeksi investasi di Jabar sejumlah Rp 85,5 triliun. Faktanya, ujar Dadang, lebih besar, yaitu sebanyak Rp 108,89 triliun. Jumlah tersebut, tukasnya, untuk sebanyak 24.788 proyek dan menyerap 396.083 orang tenaga kerja. Sedangkan investasi non-SPIPISE, tuturnya, selama tahun lalu, nilai realisasinya Rp 19,18 triliun.

Berkenaan dengan minat, Dadang mengutarakan, sejauh ini, ada beberapa rencana investasi yang sudah terdaftar. Angkanya mencapai Rp 133,60 triliun. Nilai tersebut, aku Dadang, memang lebih kecil daripada minat 2013, yang nilainya 164,78 triliun. Meski begitu, tegas Dadang, proyek investasi 2014 lebih banyak 29 proyek yaitu menjadi 1.430 proyek.

Soal kota-kabupaten di Jabar yang masih menjadi primadona investasi, Dadang menyebut nama Kabupaten Bekasi. Di kabupaten itu, bebernya, tercatat, rencana investasi sejumlah Rp 49,43 triliun. “Terbesar kedua yaitu Kabupaten Karawang senilai Rp 18,64 triliun, Kota Bandung sebesar Rp 17,65 triliun, Kabupaten Cirebon senilai Rp 12,86 triliun, dan Kabupaten Bogor sejumlah Rp 12,15 triliun,” papar Dadang.  (ADR)

Related posts