Dongkrak Kepesertaan, BPJS-TK Adopsi Jepang

agus Susanto, Dirut BPJS Tenaga Kerja jabartoday.com/net
Agus Susanto, Dirut BPJS Tenaga Kerja
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Banyak cara dan strategi untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan. Satu di antaranya, mengadopsi dan mengaplikasikan sebuah sistem yang tengah dikembangkan berbagai pihak. Hal itu pun dilakukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS-TK).

“Kami mengadopsi dan mengapilkasikan model bisnis kemitraan Jepang. Kami yakin, model bisnis ini dapat mengakselerasi peningkatan kepesertaan BPJS-TK,” tandas Direktur Utama BPJS-TK, Agus Susanto, dalam keterangannya, Senin (10/10).

Agus meneruskan, sejak 1968, dalam mendukung perluasan kepesertaan jinan sosial, Jepang  mengusung dua model bisnis, yaitu Jimukumiai dan Sharoushi. Hasilnya, melalui dua model itu, tutur Agus, tingkat akuisisi peserta jaminan sosial di Jepang mencapai 98 persen.

Karenanya, sambung Agus, pihaknya menggandeng Federasi Sharoushi Jepang dan Japan International Cooperation Agency (JICA), sebagai upaya mengadopsi model bisnis Jimikumiai dan Sharousi. Harapannya, kata Agus, perkembangan kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan di bumi pertiwi dapat menyamai Jepang.

“Di Indonesia, pola Jimukumiai bernama Sentra Komunikasi Jaminan Sosial (SKJS). Sementara Sharoushi, yang berupa profesi ahli yang menjadi perpanjangan tangan Jimukumiai, kami namai Konsultan Jaminan Sosial (KJS),” paparnya.

Kehadiran SKJS dan KJS, ucapnya, dapat kian mendekatkan, membuka, dan memudahkan akses pekerja mengikuti program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, khususnya pekerja Bukan Penerima Upah (BPU),  yang kini, mencapai 70,9 juta pekerja dari total potensi keseluruhan sebesar 122,3 juta pekerja.

Tahap awal,  cetusnya, SKJS dan KJS bergulir di Yogyakarta. Setelah melalui berbagai evaluasi tegasnya, pihaknya siap mengembangkan model Jepang itu di seluruh wilayah Indonesia. “Proyeksinya, SKJS dan KJS bergulir di seluruh wilayah Indonesia pada 2017,” tutup Agus.  (win)

Related posts