Dongkrak Inklusi Keuangan, Ini Jurus BJB

Demi membuka dan memperluas akses keuangan di Tatar Pasundan, bank bjb menggulirkan Laku Pandai.
(jabartoday.com/ISTIMEWA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Hingga kini, masih banyak publik si negara ini, termasuk Jabar, yang belum memanfaatkan produk-produk jasa keuangan, termasuk perbankan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, di Jabar, tingkat inklusi (pemamfaatan produk jasa keuangan) masih belum optimal, sekitar 68 persen.

Sebagai perbankan daerah, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb memiliki peran penting dan strategis untuk meningkatkan inklusi dan literasi (pemahaman produk-produk jasa keuangan) di Tatar Parahyangan. Satu di antaranya, menjadi agen program keuangan, Laku Pandai.

“Di Jabar, peluang Laku Pandai terbuka. Kami memang membutuhkannya untuk membuka akses keuangan di wilayah perkotaan dan perdesaan, termasuk pelosok dan daerah terpencil,” tandas Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, pada sela-sela Festival Bulan Inklusi Keuangan 2018 di Kantor Pusat bank bjb, Jalan Naripan Bandung, Rabu (24/10).

Untuk membuka akses keuangan di perdesaan dan daerah pelosok serta terpencil, ungkap Ahmad Irfan, pihaknya merangkul Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Melalui BUMDes itulah, sambung dia, pihaknya menyebarkan Laku Pandai.

Kepala OJK Kantor Regional (KR) 2 Jabar, Sarwono, mengimbuhkan, di wilayah kerjanya, literasi keuangan masih lebih rendah daripada inklusi keuangan. Sarwono menyebutkan, inklusi keuangan di Jabar sebesar 68 persen, sedangkan literasi keuangan 29 persen. “Mendorong literasi keuangan masih menjadi tugas kami. Ini tidak mudah,” aku Sarwono.

Kehadiran Laku Pandai, ujarnya, menjadi sebuah upaya meningkatkan inklusi dan literasi keuangan. Saat ini, tukasnya, terdapat 15 perbankan yang terlibat dalam program Laku Pandai.

Sarwono berpendapat, peran serta perbankan itu dapat meningkatkan inklusi dan literasi keuangan. Dia berpandangan, kenaikannya sekitar 5-7 persen.  (win)

Related posts