Dikejar Sang Ibu, AS Malah Setubuhi Anaknya Hingga Hamil

  • Whatsapp
Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M.Ngajib memperlihatkan barang bukti yang digunakan pelaku pencabulan dalam ekspose di Mapolrestabes Bandung, Senin (20/10). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)
Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M.Ngajib memperlihatkan barang bukti yang digunakan pelaku pencabulan dalam ekspose di Mapolrestabes Bandung, Senin (20/10). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Berdalih tidak menyukai wanita yang mengejar-ngejar dirinya, AS (45), menyetubuhi anak-anak sang wanita tersebut hingga salah satunya memiliki anak. Sang wanita yang diketahui bernama YS (50), diakui AS selalu mengejar dan mengancam dirinya bila tidak mau berhubungan.

“Ibunya ngejar terus. Padahal saya udah ga mau, tapi ngejar terus. Kalau ga mau, dia bilang dia mau bongkar semua,” ucap AS di Mapolrestabes Bandung, Senin (20/10/2014).

Meski begitu, AS dan YS hidup bersama tanpa ikatan pernikahan hingga memiliki anak. Hanya saja rasa cinta YS begitu besar sehingga enggan meninggalkan AS. Maka itu, AS memacari Y (20), anak YS dari suami terdahulu. Y yang saat itu berusia 15 tahun disetubuhi korban hingga hamil. Perbuatan tersebut dilakukan AS sejak 2007. “Saya terbuka aja macarin anaknya, karena rumah tangga saya juga hancur, pas saya cerai saya cari anaknya,” papar AS.

Tak hanya Y yang menjadi sasaran nafsu AS, sang adik, IA (17), juga disetubuhi pria yang tidak memiliki pekerjaan tersebut. Ia beralasan, bahwa IA sangat agresif terhadap dirinya, sehingga membuat nafsu birahinya timbul untuk melakukan persetubuhan. Padahal, dengan Y pun, tidak ada status pernikahan sama sekali. “Ia sering melorotin celana saya dan ibunya juga ketawa aja,” tutur AS.

Namun, cerita AS dibantah polisi. Karena berdasarkan keterangan IA, dirinya dicabuli dengan cara dicium-cium dan diraba-raba hingga mengalami trauma. Bahkan, dirinya diancam AS untuk tidak menceritakan kepada siapapun tentang apa yang dilakukan AS. “Yang bersangkutan mengancam korban akan membunuh keluarganya dan membakar rumahnya bila memberitahukan perbuatan tersebut ke orang lain,” ungkap Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung, Ajun Komisaris Besar Mukhamad Ngajib.

Ngajib menyebut, perbuatan pelaku sudah diketahui sejak lama oleh YS, namun karena rasa sayang yang begitu besar, AS tidak pernah dilaporkan ke polisi. Hingga suatu ketika anaknya yang kecil mengalami hal sama, membuat pihak keluarga melaporkan pria yang berstatus duda tersebut ke pihak berwajib.

Atas perbuatannya, polisi menjerat tersangka dengan Pasal 81 dan 82 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Polisi juga menyita barang bukti seperti visum, akta lahir, dan kartu keluarga. (VIL)

Related posts