Di Tujuan Mudik, Beban Puncak Naik

foto: erwin adriansyah
foto: erwin adriansyah

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Pada momen Idul Fitri, kerap terjadi kenaikan permintaan dan kebutuhan, mulai makanan, minuman, pakaian, hingga energi, baik bahan bakar minyak (BBM), elpiji, maupun listrik. Berbicara soal kebutuhan energi listrik, selama Ramadan, utamanya, menjelang Idul Fitri, di beberapa daerah non-industri dan komersial, prediksinya, mengalami kenaikan beban puncak.

“Misalnya Tasikmalaya, Ciamis, Garut, dan Sumedang. Itu karena daerah-daerah tersebut adalah tujuan mudik,” tandas General Manager PT PLN DIstribusi Jawa Barat Banten, Djoko R Abumanan, pada buka bersama dan Media Gathering di D’Palm, Jalan Lombok Bandung, baru-baru ini.

Djoko mengatakan, pihaknya memprediksi bahwa beban puncak waktu malam di titik-titik non-kawasan industri tersebut saat Idul Fitri tahun ini sebesar4.559 Mega Watt (MW). Sedangkan Daya Mampu di kawasan tersebut, lanjut Djoko, mencapai 17.854 MW.

Meski begitu, pendapat Djoko, secara keseluruhan, tingkat pemakaian energi listrik di Jabar pada Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2015, justru berpotensi turun. Pasalnya, jelas dia, penggunaan listrik oleh para pelanggan komersial kemungkinan besar turun karena mereka meliburkan aktivitasnya.

Menurutnya, pada Ramadan dan Idul Fitri 2015, beban puncak saat siang menjadi 2.700-4.800 MW. Kemungkinan, ucap dia, itu terjadi selama periode H-5 sampai H+5 Idul Fitri 2015. Sementara pada kondisi normal, katanya, beban puncak waktu siang sebesar 6.500-6.700 MW.

Pemakaian energi listrik pada waktu malam pun selama H-5 sampai H+5 Idul Fitri 2015 juga turun. Diutarakan, saat kondisi normal, beban puncak pada waktu malam sebesar 7.100-7.500 MW. “Saat momen Ramadan dan Idul Fitri, turun menjadi 4.500-6.000 MW,” tukasnya.

Pada sisi lain, Djoko menegaskan, pihaknya pun melakukan berbagai upaya untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama momen Ramadan dan Idul Fitri. Caranya, kata dia, pada H-15 sampai H+15, pihaknya tidak melakukan aktivitas pemeliharaan listrik yang berujung pemadaman.

Pihaknya pun, lanjut dia, mendirikan 348 Posko Siaga yang melibatkan 2.832 personil petugas, yang siap memberi pelayanan selama 24 jam. “Kami pun menyiapkan sarana pendukung lain, yaitu 434 unit kendaraan pelayanan teknik, 58 unit mobil trafo, 23 unit mobil crane, 10 unit mobi deteksi gangguan, dan 87 unit genset berkapasitas 1-100 Kilo Volt Ampere (KVA),” tutup Djoko. (ADR)

Related posts