Di Jabar, Subsidi 3,9 Juta Pelanggan 900 VA Dicabut

  • Whatsapp
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Memasuki 2017, masyarakat dihebohkan oleh isu kenaikan tarif listrik. Tentu saja, kabar itu menimbulkan beragam reaksi. “Tidak ada kenaikan tarif listrik. Yang ada adalah kebijakan pencabutan subsidi listrik bagi pelanggan 900 Volt Ampere (VA) yang termasuk keluarga mampu,” tandas Jisman Hutajulu, Kepala Sub-Direktorat Harga dan Subsidi Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  dalam Sosialisasi Kebijakan Subsidi Listrik Tepat Sasaran dan Mekanisme Pengaduan di Hotel Homann, Jalan Asia Afrika Bandung, Kamis (12/1).
Artinya, jelas Jisman, tarif pelanggan 900 VA keluarga mampu tidak lagi mendapat subsidi sejak 1Januari 2017. Namun, lanjutnya, untuk pelanggan 450 VA, dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, Menengah (UMKM), tetap memperoleh subsidi.
Jisman meneruskan, pihaknya menenggarai bahwa subsidi listrik bagi pelanggan 900 VA banyak yang tidak tepat sasaran. Misalnya, jelas dia, tidak sedikit pelanggan 900 VA yang membuka kos-kosan. Ada pula, sambungnya, yang “nakal”. Misalnya, terang Jisman, pelanggan 900 VA menambah daya melalui cara penambahan pemasangan double meteran. “Jadi pelanggan itu memasang dua daya 900 VA,” tuturnya.
Jasmin mengungkapkan, jika program pencabutan subsidi 900 VA keluarga mampu dicabut, terjadi penghematan anggaran sekitar Rp 22 triliun. Tahun ini, sebutnya, pemerintah menyiapkan dana subsidi listrik sekitar Rp 44,9 triliun. Angka itu lebih rendah daripada subsidi 2015, yang nilainya Rp 50 triliun, dan subsidi 2016 sejumlah Rp 100 triliun.
Lalu, siapa saja yang berhak memperoleh subsidi listrik?Jisman menjelaskan, yaitu penerima bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), penerima KIS, KKS, KIP, dan program Beras Masyarakat Sejahtera (Rastra), masyarakat yang berada pada garis kemiskinan, dan penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
General Manager PT PLN distribusi Jawa Barat (DJB), Iwan Purwana, menambahkan, di Jabar, jumlah pelanggan 900VA mencapai 4,2.juta pelanggan. Namun, ujarnya, sebanyak 3,9 juta pelanggan di antaranya termasuk golongan keluarga mampu.
“Artinya, sebanyak 3,9 juta pelanggan 900 VA di Jabar tidak lagi mendapat subsidi listrik. Hanya sekitar 10 persen atau 420 ribu pelanggan 900 VA yang berhak memperoleh subsidi listrik,” tutul Iwan.  (win) 

Related posts