Dede-Laksamana Kampanye Lewat Game Online

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – BANDUNG Berbagai cara para Calon Gubernur Jawa Barat mengampanyekan dirinya, baik melalui baliho atau iklan di media massa. Namun pasangan petahana Dede Yusuf-Lex Laksamana memilih menggunakan games online yang bertajuk ‘Tendangan Maung’ di website resmi Lex Laksamana (www.lexlaksamana.com). Game tersebut bisa dimainkan secara gratis.

Ketua Delman Media Center Agni mengatakan, sasaran game ini adalah kaum muda yang gemar bermain game maupun bisa memakai internet dalam keseharian mereka.

“Jadi memang sasarannya anak muda, rata-rata yang memainkannya 15 tahun ke atas,” katanya di sebuah rumah makan di Bandung, Selasa (19/2).

Game ini cukup sederhana. Jabar yang identik dengan Persib Bandung menjadikan salah satu legendanya, Adjat Sudrajat sebagai tokoh utama. Meski ini pertandingan sepak bola, namun hanya menampilkan dua pemain yang ada di lapangan.

Yang bermain ini pasti menggunakan Adjat Sudrajat, sementara lawan mainnya adalah pesepak bola internasional yang namanya diplesetkan seperti David Bekam, Wayne Roni, Maradono dan lain-lain.

Dalam game ini pemain bisa mengeluarkan gerakan yang dipicu oleh kombinasi tendangan keras, melompat, dan maju mundur.

“Jadi setiap gol, siapapun itu akan tampil wajah Dede dan Lex seperti kartun, yang dipenuhi misi kampanye dengan petikan, Tri Bakti secara sekilas,” jelasnya.

Seperti gol pertama muncul tulisan ‘Jangan Menyerah. Menjemput yang Tertinggal’. Gol kedua akan bertuliskan ‘Berdaya Babarengan. Bergotong royong membangun Jabar’.
Gol ketiga bertuliskan ‘Berkah dalam keragaman Bhineka Tunggal Ika. Silih asah, silih asih, silih asuh’.

Agni sebagai relawan, pasca di luncurkan game itu cukup mendapat respon baik. Data statistik terakhir pada 19 Februari 2013, adalah 751.927 orang yang sudah lihat postingan tendangan maung.

“Yang suka ada 4809, sedangkan yang sudah memainkan ada 15.877 orang,” ujarnya.

Penyempurnaan masih akan terus dilakukan. Pasca diperkenalkan masyarakat rencananya pihaknya akan menggelar kompetisi khusus. “Tapi kita tetap mengikuti aturan,” ujarnya.

Misalnya semasa masa jeda, game akan melepas atribut Dede dan Lex. Meski begitu, game ini masih tetap dapat dimainkan oleh masyarakat. (AVILA DWIPUTRA)

Berita Terkait