Curi Puluhan Smartphone, Polisi Hadiahi Timah Panas

Kepala Sat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Mokhamad Ngajib memperlihatkan barang bukti telepon genggam dalam ekspose di Mapolrestabes Bandung, Senin (6/10). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)
Kepala Sat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP Mokhamad Ngajib memperlihatkan barang bukti telepon genggam dalam ekspose di Mapolrestabes Bandung, Senin (6/10). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Demi membayar hutang, seorang pria rela menjadi seorang pencuri telepon genggam. Tak tanggung-tanggung, AS (38), mengambil puluhan telepon pintar yang memiliki harga cukup mahal di counter ponsel Festival Citylink.

Modus pelaku, dikatakan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Mokhamad Ngajib, dengan naik melalui atap mall yang terletak di Jalan Peta tersebut, lalu turun di sebuah counter ponsel. “Tersangka pernah bekerja memasang plafon di mall tersebut, jadi dia tahu seluk-beluk di dalamnya,” ujar Ngajib di Mapolrestabes Bandung, Senin (6/10/2014).

Total telepon pintar yang diambil AS, dituturkan Ngajib, 63 unit dari berbagai merek. Namun, pihaknya hanya dapat mengamankan 21 unit, karena sebagian telah dijual oleh tersangka dengan sistem batangan. “Kerugian sekitar Rp 260 juta,” singkatnya.

Tak cuma gagal membayar hutang, AS harus merasakan sakit di betis kanannya, karena dihadiahi timah panas oleh petugas saat akan ditangkap. Sebelum ditembak, tersangka mengancam polisi menggunakan alat yang dipakai membobol plafon dan langsung melarikan diri yang memaksa polisi melakukan tindakan tegas.

AS sendiri mengaku tidak merencanakan untuk mencuri ponsel, hanya saja ketika membobol plafon, dirinya turun di counter alat komunikasi tersebut. Aksinya dilakukan saat toko tutup dan mulai sepi, sekitar pukul 23.00, setelah sebelumnya menunggu di atas plafon sejak pukul 21.00.

Barang-barang yang ia ambil dibawa menggunakan kantong plastik warna hitam dan dijual dengan banderol Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Hasil penjualan itu, ia gunakan untuk membayar hutang ke bank. “Waktu itu pinjam buat modal usaha gipsum,” aku bapak dua anak itu.

Selain pelaku, polisi mengamankan barang bukti puluhan telepon pintar berbagai merek. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 363 KUHP tentang Pencurian yang ancaman hukumannya 5 tahun penjara. (VIL)

Related posts