Cirebon Bisa Jadi Alternatif Pelabuhan Jabar

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG
Bagi dunia usaha, terutama para pebisnis yang berorientasi ekspor, kehadiran pelabuhan menjadi hal penting dalam aktivitas ekspor impor. Karena sebagai provinsi yang menjadi lokasi mayoritas industri nasional, sudah selayaknya, Jabar memiliki pelabuhan. Beberapa waktu lalu, pemerintah mewacanakan pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Akan tetapi, sejauh ini, rencana itu masih mengambang dan tidak ada kejelasan kelanjutannya.

Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jabar, Dedy Widjaja, mengaku terkejut ketika mendengar adanya keragu-raguan dalam hal perkembangan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Hal yang mengherankan, kata Dedy, mengapa konsultan tim menyampaikan ketidaklayakan Cilamaya sebagai pelabuhan Jabar sejak awal.

Menurutnya, jika permasalahannya berkaitan dengan wilayah operasional PT Pertamina, hal yang mengeharankan adalah mengapa tim konsultan tidak mengetahuinya. Dikatakan, sebenarnya, tidak sulit untuk mengindentifikasi daerah operasional. Baiknya, sahut Dedy, tim konsultan mengetahuinya sejak dini, sebelum bergulirnya rencana proyek tersebut.

Ketika rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya bergulir, ungkap Dedy, tidak sedikit pelaku bisnis sektor otomotif yang bersiap melakukan ekspansi, misalnya, membangun lokasi pabrik di sekitar Cilamaya. Bagi pebisnis bidang otomotif, ujarnya, mereka menargetkan pembangunan pabriknya selesai bersamaan dengan tuntasnya pembangunan Pelabuhan Cilamaya.

Dedy menyatakan, seandainya ada penilaian bahwa Cilamaya kurang atau bahkan tidak layak untuk sebuah pembangunan, Jabar memiliki daerah potensi lain. Satu di antaranya, di wilayah Jabar Timur, Cirebon. “Jabar Timur pun mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Melihat hal itu, kami kira, Jabar Timur pun layak menjadi titik pembangunan pelabuhan Jabar,” tandas Dedy, Kamis (22/1).

Selain Cirebon, Dedy mengatakan, ada daerah lain yang tergolong layak untuk menjadi lokasi pembangunan pelabuhan. Yaitu, sebutnya, Subang dan daerah lain yang masih termasuk wilayah Kabupaten Karawang. “Di mana pun lokasinya, Jabar butuh pelabuhan,” tutup Dedy. (ADR)

Related posts