Tuesday , 31 March 2020
Home » Bandung Raya » Calon Direksi Dua BUMD Sisakan Tiga Kandidat

Calon Direksi Dua BUMD Sisakan Tiga Kandidat

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bandung Asep S. Gufron (jabartoday/eddy koesman)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Proses yang dilakukan oleh panitia seleksi untuk calon direksi dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bandung, akhirnya mengerucut pada tiga kandidat, untuk calon Direktur Utama, Direktur Operasional PT Bandung Infra Investama dan calon Direktur Utama PD Pasar Bermartabat.

Kepala Bagian Perekonomian Seketariat Daerah Pemerintah Kota Bandung Asep Saeful Gufron, di Balai Kota Bandung, Jumat (13/12), menuturkan, berdasarkan Hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang telah dilaksanakan, Panitia Seleksi menetapkan calon Direksi tidak berdasarkan nilai tertinggi.

“Setelah melalui proses penilaian UKK, keluarlah tiga nama untuk masing-masing posisi,” tutur Asep.

Asep menambahkan, pada hari ini para kandidat akan mengikuti tahapan wawancara dengan Wali Kota Bandung.

“Setelah itu baru diketahui siapa yang akan dipilih oleh Wali Kota untuk masing-masing jabatan satu orang,” imbuh Asep.

Asep menandaskan peserta yang telah ditetapkan wajib mengikuti seleksi tahapan Wawancara Akhir dengan Wali Kota Bandung sebagaimana tercantum pada jadwal. Pengumuman nama calon direksi dua BUMD tersebut akan diumumkan bersamaan karena seleksi dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan.

Sementara itu, anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Uung Tanuwidjaja, mengatakan, adanya rekomendasi dewan untuk direksi terpilih, setidaknya memberi ruang DPRD untuk dapat bersinergi dalam mengawal kinerja BUMD dibawah naungan Pemerintah Kota Bandung.

“BUMD itu punya aturan tersendiri, karenanya diperlukan DPRD dimintakan rekomendasi untuk pengangkatan-pengangkatan direksi BUMD,” kata politisi Nasional Demokrat ini.

Merujuk pada kesepakatan tersebut, Uung memastikan rekomendasi diperlukan agar DPRD dapat mengetahui kandidat Direksi BUMD secara jelas. Mengingat eksistensi BUMD masih memerlukan Penyertaan Modal Daerah dari APBD.

“Selama ini memang seperti itu, dan seleksi selalu menunjuk pihak profesional. Kandidat yang ditunjuk diserahkan ke Walikota. Kita tidak kenal calon direksinya, visinya seperti apa, itulah yang membuat kita perlu memberi pertimbangan,” pungkas Uung. (edi)

Baca Juga:  Tol Dago Punclut Tidak Sesuai Peruntukkan