Banyak UMKM Belum Paham KUR

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejauh ini, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk kalangan pedagang pasar, masih memiliki akses pembiayaan yang minim. Padahal, UMKM merupakan salah satu penggerak roda ekonomi nasional, termasuk Jabar.

Karenanya, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mendorong perkembangan sektor tersebut. Satu di antaranya, melalui skema pembiayaan yang terkemas dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Akan tetapi, hingga kini, ternyata, masih banyak para pelaku UMKM yang belum memahami KUR.

“Saya kira, masih ada kesenjangan informasi soal KUR. Jadi, masih ada debitur asal kalangan UMKM yang belum paham KUR. Kondisi itu membuat tidak sedikit pedagang yang memilih jalur pembiayaan lain, semisal rentenir dan lintah darat walaupun menetapkan bunga tinggi, sekitar 20-30 persen,” tandas Sekretaris Koperasi Pasar Induk Caringin, Encep Supita, belum lama ini.

Menurutnya, sebenarnya, program KUR punya peran positif. Melalui KUR, daya saing para pelaku UMKM, termasuk kalangan pedagang. Terlebih, sambung dia, persaingan kian ketat seiring dengan bergulirnya ajang kerjasama ekonomi negara-negara ASEAN alias ASEAN Economic Community (AEC).

Diutarakan, pihaknya berharap lembaga-lembaga perbankan lebih memiliki keberpihakan kepada para pelaku usaha mikro. Memang, ucapnya, perbankan memiliki atuarn dalam hal penyaluran pembiayaan. Namun, lanjutnya, pihaknya menginginkan adanya kemudahan penyaluran pembiayaan.

Berkomentar tentang hal ini, Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal Soetisno, mengutarakan, idealnya, KUR terimanfaatkan para pelaku UMKM agar punya daya saing yang lebih kuat. “Pelaku usaha mirko dan kecil, semisal pedagang Pasar Caringin perlu lebih memahami KUR. Kami harap, perbankan berperan lebih aktif memberikan informasi soal program pembiayaan pemerintah tersebut,” tutupnya. (ADR)

Related posts