ASITA: Gunakan Rupiah Sebagai Alat Tukar

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Di setiap negara mana pun, berlaku peraturan yang mewajibkan penggunaan mata uang sebagai alat tukar. Begitu pula dengan di Indonesia. Namun, kabarnya, di beberapa titik, satu di antaranya, Kota Bandung, tidak jarang, turis berbelanja menggunakan mata uang asing.

Tentunya, hal itu melanggar peraturan yang ditetapkan pemerintah. “Peraturan Bank Indonesia (BI) dan pemerintah secara tegas menyatakan pelarangan penggunaan mata uang asing sebagai alat tukar,” tandas Ketua DPD Assosiation of The Indonesian Tours & Travels (ASITA) Jabar, Budijanto Ardiansjah, pada sela-sela Konferensi Pers Jabar Travel Exchange, belum lama ini.

Menurutnya, peraturan yang ditetapkan BI, yaitu 17/31/PBI/2015 tentang kewajiban menggunakan mata uang rupiah di seluruh wilayah negeri ini, adalah hal yang sangat positif. Hal itu, terang dia, untuk menunjukkan sekaligus menjaga entitas sekaligus kedaulatan negara ini. “Jadi, segala transaksi yang dilakukan para wisatawan mancanegara (wisman), wajib menggunakan rupiah,” sahut Budi, sapaan akrabnya.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Dody Gunawan Yusuf, menambahkan, pihaknya memiliki catatan berkenaan dengan volume kunjungan wisman ke Jabar pada periode Maret 2015. Disebutkan, pada periode tersebut, sebanyak 15.130 orang wisman yang berkunjung ke Jabar melalui Bandara Husein Sastranegara. Angka itu, jelasnya, lebih tinggi 16,31 persen daripada periode Februari 2015, yang jumlahnya 13.008 orang.

“Wisman yang berkunjung ke Jabar melalui Pelabuhan Muarajati Cirebon, yang secara keseluruhan adalah kru kapal, justru turun 27,69 persen daripada Februari 2015 atau menjadi 94 orang. Pada Februari 2015, wisman yang datang ke Jabar melalui Cirebon sebanyak 130 orang,” paparnya.

Dody menjelaskan, secara keseluruhan, wisman yang berkunjung ke Jabar adalah asal Malaysia. Jumlahnya, kata Dody, 10.835 orang. Kemudian, imbuhnya, wisman asal Singapura sejumlah 3.006.

“Memang, jika perbandingannya dengan Februari 2015, kunjungan wisman selama Maret 2015 lebih tinggi 15,89 persen. Tapi, apabila membandingkannya dengan periode sama tahun lalu, volume kunjungan wisman ke Jabar asal Malaysia dan Singapura melemah,” tutup Dody. (ADR)

Related posts