APINDO Tetap Tolak Tapera

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY. COM – BANDUNG — Hingga kini, kebutuhan perumahan masih tergolong tinggi. Karenanya, untuk memenuhi hal itu, pemerintah menggulirkan program 1 juta rumah. Bahkan, pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) menggulirkan program Tabungan Perumahan Pekerja (Tapera). Skemanya mirip Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Berkaitan dengan hal tersebut, program itu mendapat reaksi para pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO). “Kami menolak Tapera, ” tegas Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) APINDO jabar, Dedy Widjaja, Senin (7/3).

Menurutnya, penolakan itu bukan tanpa dasar. Dikatakan, pihaknya menolak Tapera karena BPJS Tenaga Kerja pun memiliki program yang sama. Diutarakan, selain itu, bagi kalangan pengusaha, program itu cukup memberatkan. Pasalnya, pengusaha mengeluarkan biaya lebih besar lagi untuk iuran Tapera.

Dedy menyatakan, pihaknya mengajukan opsi kepada pemerintah berkenaan dengan Tapera. Jika memang pada akhirnya pengusaha mengikuti program Tapera, pihaknya ingin iuran BPJS, baik Tenaga Kerja maupun Kesehatan, nilainya dikurangi.

Beberapa waktu lalu, pemerintah melalui DPR, mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Berdasarkan RUU itu, nilai iuran sebesar 3 persen. Walau demikian, Menteri PU-Pera), Basuki Hadimuljono, menjelaskan, nilqi iuran masih dalam pembicaraan bersama pemangku kepentingan, tidak hanya pemerintah, tetapi juga kalangan pekerja dan pengusaha. (ADR)

Related posts