Tidak Kantungi Izin, Puluhan Entitas Diawasi

(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Berbagai upaya untuk mengeruk keuntungan, termasuk dalam jasa keuangan, terus dilakukan dan dimodifikasi para pelakunya, seperti penawaran sejumlah produk, kegiatan, investasi, dan lainnya, yang menggiurkan.

 

Belum lama ini, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi alias Satgas Waspada Investasi menemukan bukti adanya puluhan perusahaan yang bergerak dalam sektor keuangan, yaitu penawaran produk dan penawaran investasi liar alias tidak berizin. “Imbauan kami, masyarakat agar berhati-hati dan mewaspadai penawaran produk atau kegiatan usaha tersebut. Desember tahun ini, kami mengidentifikasi 21 entitas (perusahaan) tidak berizin usaha penawaran produk dan investasi,” tandas Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing.

 

Tongam menyarankan masyarakat supaya lebih memahami beberapa hal sebelum memutuskan berinvestasi. Dikatakan, sebaiknya, masyarakat memastikan memastikan pihak yang menawarkan investasi berizin otoritas berwenang sesuai kegiatan usahanya, izin menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar, dan memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam penawarannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Tongam menambahkan, pihaknya pun meminta masyarakat supaya turut waspada dan berhati-hati apabila menerima penawaran Bitcoin atau virtual currency yang saat ini sedang marak. Ditegaskan, virtual currency bukan merupakan instrumen investasi keuangan yang memiliki dasar hukum atau regulasi. Bank Indonesia (BI) pun, seru dia, menyatakan virtual currency tidak dapat berfungsi sebagai alat tukar.

 

Dijelaskan, perdagangan virtual currency lebih bersifat spekulatif. Pasalnya, jelas Tongam, virtual currency berisiko yang sangat tinggi. Dijelaskan, saat ini, beberapa entitas menawarkan virtual currency. Namun, terangnya, entitas-entitas itu bukan bertindak sebagai marketplace. Mereka, lanjutnya, menjanjikan imbal hasil tinggi jika masyarakat melakukan pembelian virtual currency(win)

 

Related posts