Peluncuran Buku “Keutamaan Jokowi” di kawasan Komplek DPR RI (dok.PG)
JABARTODAY.COM – Syahdan, ada seorang Sekjen Partai Golkar bernama Idrus Marham menulis buku tentang kekagumannya pada seorang presiden yang sedang menjabat. Kekaguman itu ia tumpahkan dalam sebuah buku, “Keutamaan Jokowi”.
Adalah jelas maksud itu terbaca, ia sedang membawa lari kekaguman itu dalam lintasan dunia baru, bukan dunia politik, namun justru dunia akademik. Dari sudut ini, Idrus Marham terbilang seorang politisi jenius.
Kebiasaan ini adalah langka, juga penuh praduga. Namun dunia politik dapat meletakkan segalanya dalam kemauan yang tak bertepi. Dan, itu adalah sebuah langkah persembahan yang wajar di tengah segala kesesakan hidup yang semakin semraut.
Nampak ada harapan yang berusaha Idrus gantung dipundak Jokowi yang eksentrik. Idrus juga terbilang politisi yang menerobos kebekuan. Ia bersedia menjadi jembatan tokoh yang kerap berkonflik. Buku yang hari ini (Rabu, 30 Agustus 2017) ia luncurkan adalah ikhtiar Idrus selaku politisi bergelar doktor. Ia seolah sedang berusaha menunjukkan pada dunia bahwa dia juga makhluk akademis. Idrus membawa lari dunia politik yang kerap dituding kotor sebagai ‘taman baru’ yang lebih berwarna. Ia menggugat bahwa politik juga bisa dibawa ke panggung atau pada sebuah altar akademik yang bebas dianalisa oleh semua orang termasuk profesor kampus.
Buku Keutamaan Jokowi Karya Idrus Marham
Ia juga seolah sedang menunjukkan bahwa dirinya adalah manusia akademik yang untuk suatu tujuan tertentu yang– ia definisikan sendiri– harus berkubang dalam lautan lumpur politik praktis yang sangat licin.
Tentu saja kesediaan itu tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Namun Idrus telah membuktikan ia sukses hingga di posisinya kini. Walau untuk itu ia harus membayar ongkos yang terlalu mahal.
Dalam prolog di bukunya, Idrus sedikit memberikan penjelasan mengapa ia menulis sosok Jokowi. Buku ini berangkat dari studi Idrus tentang fenomena kepemimpinan Jokowi yang eksentrik, keluar pakem dan kerap membawa kejutan-kejutan. Idrus melihat model kepemimpinan Jokowi adalah khas dan tidak dapat secara persis diperbandingkan dengan yang lain.
“Kepemimpinan Jokowi itulah, sebagaimana disebut Eko Sulistyo, JokoWay, suatu model kepemimpinan yang memadukan sisi-sisi positif berbagai tipe kepemimpinan, guna menjalankan pemerintahan secara efektif dalam rangka akselerasi pembangunan nasional,” imbuhnya.
Buku itu juga diberi keterangan sebagai ‘Studi Kepemimpinan Nasional dalam Perspektif Kesinambungan Pembangunan’. Idrus melihat sisi-sisi positif Jokowi sebagai sebagai keutamaan.
“Berbagai sisi positif itulah yang dalam buku ini disebut sebagai keutamaan-keutamaan kepemimpinan,” terang Idrus.
Turut hadir dalam peluncuran buku ‘Keutamaan Jokowi’ adalah Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie, dan politikus PDIP Maruarar Sirait. Dalam kesempatan itu, Idrus mengatakan elite Golkar menjadi inspiransinya menulis buku tentang Jokowi.
“Saya ingin jujur katakan, saya dalam beberapa diskusi dengan Pak Setya Novanto (Ketum Golkar) dan Ketua Dewan Pembina. Tokoh-tokoh itu yang inspirasi saya buat buku ini. Buku ini secara keseluruhan narasi argumentatif mengapa dukung Jokowi,” papar Idrus. (jos)