
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Memiliki daya saing merupakan salah satu unsur penting dalam dunia usaha, tidak terkecuali sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Terlebih, sektor UMKM punya peran penting dan besar karena sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.
Melihat penting dan besarnya peran UMKM itu, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) memberi perhatian besar bagi perkembangan UMKM, khususnya, di Jabar. Salah satu bentuknya, melalui Community Development Center (CDC), hingga kini, PT Telkom Wilayah Telekomunikasi (Witel) Bandung mencatat outstanding penyaluran pinjaman mosal usaha bagi UMKM melalui program kemitraan senilai Rp 28,5 miliar.
“Angka itu bagj 1.200 mitra binaan. Sedangkan pada September tahun ini, kami menyalurkan pinjaman usaha Rp 1,26 miliar bagi 42 pelaku UMKM mitra binaan Telkom.” tandas Deputi General Manager (GM) Witel Bandung, Wahyudin, di tempat kerjanya, Jalan Lembong, Bandung.
Wahyudin meneruskan, di Jabar, secara total, nilai dana pinjaman selama Januari-September 2016 mencapai Rp 10,50 miliar. Witel Bandung, ujarnya, mencatat penyaluran terbesar, yaitu sekitar Rp 5 miliar. Tertinggi berikutnya, imbuh Wahyudin, yaitu Kantor Daerah Telekimunikasi (Kandatel) Cianjur sebesar Rp 1,85 miliar bagi 61 pelaku UMKM. Selanjutnya, kata Wahyudin, Witel Cirebon Rp. 1,825 miliar bagi 35 UMKM.
Kemudian, sahutnya, Witel Tasikmalaya Rp. 735 juta bagi 18 UMKM, Witel Karawang Rp. 1,234 miliar bagi 38 UMKM, Kandatel Subang Rp. 565 juta bagi 16 UMKM, dan Witel Sukabumi Rp. 670 juta bagi 35 UMKM. “Sektornya beragam. Ada yang perdagangan, pertanian, peternakan, dan lainnya,” ujar Wahyudin.
Selain mendapatkan pinjaman modal, ungkap Wahyudin, para mitra binaan pun memperoleh pelatihan, fasilitas pameran, juga support sistem teknologi informasi, seperti blog. “Tujuannya mendorong UMKM merambah wirausaha digital. Melalui skema digital, tentunya, jaringan pasar pun meluas, tidak hanya lokal dan nasional, tetapi juga global,” pungkasnya. (win)





