
“OP beras ini bertujuan untuk mengendalikan dan menekan harga jual beras,” tandas Direktur Utama Perum Bulog,Djarot Kusumayakti, pada Teleconference Peluncuran OP Beras yang berlangsung serentak di 5 kota, Jakarta, Medan, Semarang, Surabaya, dan Bandung, Jumat (2/10).
Djarot mengemukakan, pada pelaksanaan OP hari ini, secara total, pihaknya mendistribusikan ribuan ton beras, yaitu 1.134 ton. Angka itu, jelasnya, 300 ton beras premium. Lainnya, lanjutnya, yaitu beras medium. Komposisinya, jelas Djarot, untuk Jakarta, pasokannya sebanyak 480 ton. Khusus Jakarta, lanjut dia, ditambah oleh 3 ton daging sapi dan 8 ton gula pasir.
Untuk Medan, sambung dia, dalam OP beras ini, pihaknya mengalokasikan beras sebanyak 10 ton. Kemudian, lanjut dia, alokasi bagi Bandung, yaitu Jabar, sebanyak 144 ton. Berikutnya, tambah dia, sebanyak 130 ton untuk memenuhi kebutuhan Semarang (Jateng), dan 170 ton lainnya peruntukannya bagi pemenuhan kebutuhan Surabaya (Jatim).
Selain itu, kata Djarot, untuk menambah pasokan beras, pihaknya pun menyiapkan 644 ribu ton beras bagi pelaksanaan program beras masyarakat sejahtera (rastra) ke-13-14. “Ini semua untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan beras,” ucapnya.
Upaya lainnya, ungkap dia, pihaknya meminta seluruh divisi regional (divre) untuk terus melakukan penyerapan. Saat ini, sebut dia, stok nasional beras dalam kondisi aman. Volumenya, tutur dia, mencapai 1,7 juta ton.
Dalam teleconference tersebut, menjawab pertanyaan Djarot, Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar, Alip Affandi, menegaskan, di wilayahnya, pihaknya melangsungkan OP berasmelalui toko-toko tani yang tersebar pada beberapa pasar tradisional. “Insyaallah, harapannya, OP beras ini dapat menekan harga jual sebesar Rp 200-300 per kilogramnya secara bertahap,” jawab Alip.
Agar pelaksanaan OP beras, termasuk pendistribusian rastra ke-13 dan 14 berlangsung lancar, aman, dan tepat sasaran, Alip menyatakan, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya, berkoordinasi dengan kota-kabupaten, bahkan desa. Dalam koordinasi itu, ujarnya, terbentuk tim yang berperan untuk melakukan monitoring pendistribusian beras, tidak hanya saat OP berlangsung, tetapi juga rastra ke-13 dan 14. “Seperti yang ditegaskan Pak Dirut, jika terdapat beras yang kurang layak saat rastra ke-13 dan 14 berlangsung, kami siap mengganti. Laporkan kepada kami jika masyarakat menemukannya,” tegas Alip, seraya menambahkan, soal volume penyaluran rastra ke-13 dan 14, Alip mengutarakan, untuk penyaluran ke-13, hingga 15 September, mencapai 15 ribu ton. (ADR)





