Antara Isolasi atau Eksekusi

Kompol Adewira copyKompol Adewira Siregar, SIK

Perwira Sespimen Angkatan 55 Tahun 2015

Ratusan narapidana Bandar narkoba yang telah divonis oleh pengadilan banyak tersebar di sejumlah lembaga pemasyarakatan (LP) di seluruh daerah di Indonesia. Para napi narkoba kelas kakap ini sering kali membuat persoalan di dalam LP. Bahkan tak sedikit dari mereka terus menjalankan aksinya mengedarkan narkoba dari dalam LP. Kemudahan fasilitas, khususnya komunikasi, di dalam LP membuat mereka leluasa menjalankan bisnis haram tersebut meski berada di balik jeruji. Ulah para bandar besar yang sudah divonis ini membuat Kementerian Hukum dan HAM kelabakan. Tak sedikit petugas sipir yang terseret dalam jaringan narkoba lantaran tergiur dengan iming-iming sang badar yang telah menjadi narapidana.
Salah satu solusi yang akan dilakukan pemerintah (Kementerian Hukum dan HAM) dalam mengatasi persoalan tersebut adalah dengan ‘mengisolasi’ napi bandar narkoba ke rutan tahanan (rutan) Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Lapas yang didesain khusus ini memang sangat terisolasi. Gunung Sindur merupakan tempat sementara bagi para bandar narkoba yang telah divonis. Selanjutnya mereka akan segera dikirimkan ke rumah tahanan khusus bandar narkoba di Tanah Merah, Papua, yang kini tengah dalam tahap penyelesaian. Jika rutan Tanah Merah ini rampung, maka seluruh napi narkoba kelas kakap akan dipindahkan ke sana. Kondisi rumah tahanan yang terisolasi diharapkan bisa memutus komunikasi antara bandar dengan jaringannya yang ada di luar sana.
Cara lain yang paling efektif untuk membuat jera para bandar narkoba yaitu dengan mempercepat vonis mati yang  telah dijatuhkan kepada mereka.  Dengan vonis tersebut, maka napi dinyatakan melanggar UU No 32 Tahun 2009 tentang Narkotika. Saat ini masih banyak terpidana mati narkoba yang belum dieksekusi dengan berbagai alasan. Jika kita berkomitmen untuk memberantas peredaran narkoba di Indonesia yang sudah sangat membahayakan, maka keputusan mempercepat eksekusi mati menjadi sebuah keharusan. Eksekusi mati terhadap belasan napi narkoba awal tahun ini, telah banyak menimbulkan efek jera terhadap para pengedar narkoba. Jika eksekusi mati tersebut terus dilanjutkan tanpa ditunda-tunda, tentu akan menambah efek jera tersebut.
Isolasi atau eksekusi, dua pilihan yang harus dilakukan pemerintah sebagai upaya memberantas peredaran narkotika di tanah air. Bagaimana dengan para penyalahguna narkotika itu sendiri? Di satu sisi mereka adalah para korban sindikat narkoba, disisi lain mereka juga penikmat dari narkoba yang diatur dalam Pasal 103 UU No 35 Tahun 2009. Banyak pandangan soal bagaimana menangani para penyalahguna narkoba ini. salah satunya yaitu usulan melakukan revisi terhadap UU No 35 Tahun 2009 tersebut. Salah satu wacana yang akan disampaikan dalam revisi tersebut yaitu memiskinkan para bandar narkoba yang telah divonis kurungan penjara. Cara ini dinilai akan efektif untuk mengurangi gerak Bandar narkoba yang telah dinyatakan bersalah.
Menurut Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Pol Deddy Fauzi Elhakim,  revisi atas UU tersebut harus dilakukan namun tetap rehabilitasi pada poin utama. Ia menilai, pecandu narkoba adalah korban dari bandar.  Pada saat penyidikan, penyalahguna wajib direhabilitasi. Dalam pengalamannya sebagai pemberantas masalah narkoba di Indonesia, Deddy menemui fakta jika yang menjadi penyalahguna narkoba adalah mereka yang sengaja dijebak oleh bandar narkoba. Bagi dia, rehabilitasi harus dilakukan, bukan sekedar dipenjara. Jumlah korban penyalahgunaan narkoba di Indonesia ini jumlahnya sangat besar. Jika tidak ada langkah yang signifikan untuk menyelamatkan mereka, bukan tidak mungkin generasi penerus bangsa ini akan larut dalam dunia narkoba.
Rehabilitasi mungkin akan tetap dilakukan bagi penyalahguna narkoba. Namun di sisi lain juga harus dipertimbangkan untuk tetap membuat efek jera para penyalahguna narkoba. Efek jera yang dimaksud yaitu tetap menyeret para penyalahguna narkoba ke meja hijau. Namun langkah ini tentunya harus dengan pertimbangan matang. Tujuannya yaitu menimbulkan efek jera bagi masyarakat yang akan mencoba masuk dalam penyalahguna narkotika. []

Related posts