
JABARTODAY.COM – BANDUNG
Bergulirnya ajang ASEAN Economic Community (AEC) pada tahun depan, ternyata dapat menjadi sebuah peluang bisnis bagi sektor perbankan. Kondisi inilah yang dimanfaatkan PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk atau bank bjb untuk meningkatkan kinerja bisnisnya.
“Bagi kami, AEC merupakan sebuah peluang yang harus termanfaatkan secara optimal. Peluang itu terbuka karena saat AEC bergulir, setiap provinsi pastinya melakukan pembangunan infrstruktur”, tandas Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko bank bjb, Zaenal Aripin, pada Media Gathring bank bjb belum lama ini.
Pria yang saat itu mengenakan kemeja merah motif kotak-kotak itu menegaskan, pembangunan infrastruktur itu pun berlangsung di Jabar dan Banten. Untuk itu, cetus Zaenal, pihaknya siap menggarap proyek-proyek infrastruktur, tidak hanya di Jabar-Banten , tetapi provinsi lainnya melalui skema kredit konstruksi.
Di tempat yang sama, Direktur Komersil bank bjb, Ahmad Irvan, menambahkan, soal kredit konstruksi, sejauh ini, pihaknya terlibat dalan beberapa proyek sindikasi perbankan. Total nilai kredit konstruksi atau infrastruktur yang dikuucurkan lembaga perbankan BUMD Jabar-Banten itu, sebut Irvan, hingga kini, mencapai Rp 2 triliun. “Angka itu, ekitar 5 persen total kredit kami,” jelas Irvan.
Tentang kesiapan bank bjb menjelang AEC 2015, yang sebenarnya bagi perbankan berlangsung 2020, Irvan menjelaskan, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya, ungkap pria berkaca mata ini, melakukan konsolidasi dan pemerkuatan sumber daya manusia (SDM). “Kami pun memperkuat sistem Teknolologi informasi dan kominikasi (TIK). Ini supaya kami lebih berdaya saing,” tuturnya.
Selain itu, imbuhnya, untuk memperkuat pasar internasional, meski baru terbatas pada remittance, pihaknya mengoperasikan sisten brancheless banking di beberapa negara. Antara lain, Malaysia, Qatar, Singapura, Taiwan, dan Hongkong,” tutupnya. (ADR)





