JABARTODAY.COM – BANDUNG
Kemajuan dan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berpengaruh positif pada aktivitas perekonomian sehingga menunjang dapat laju pertumbuhan ekonomi. Karenanya, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk melakukan berbagai upaya untuk terus membangun sistem komunikasi berbasis digital.
Melalui anak perusahaannya, ILCS (Indonesia Logistics Community Service), lembaga BUMN tersebut bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan. Bentuk kerjasamanya, melakukan implementasi platform sistem pelayanan perkapanan, Inaportnet. “Sistem ini (Inaportnet. RED) penggunaannya oleh banyak pihak. Di antaranya, otoritas pelabuhan, bea cukai, instansi pemerintahan, shipping lines & agen, terminal operator, freight forwarders, customs brokers, container freight stasion, inland trucker, dan pelaku ekspor-impor,” tandas Direktur Enterprise & Business Service PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom), Muhammad Awaluddin, dalam keterangan resminya, Kamis (13/11).
Awaluddin meneruskan, kerjasama itu merupakan bentuk dukungan pihaknya untuk mempercepat pemanfaatan ICT untuk INSA (Indonesian National Shipowners’ Association). Cakupannya, sebut dia, mengembangkan infrastruktur, aplikasi, dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Cakupan tersebut, terangnya, antara lain, menyediakan sistem jaringan connectivity, content (aplikasi), dan commerce. Menurutnya, bentuk dukungan ICT itu melalui penyediaan jaringan akses network pada komunitas pelayaran. “Kemudian, menjalin kerjasama dalam hal penyediaan aplikasi komunitas pelayaran, serta sosialisasi adopsi ICT,” ucapnya.
Sistem Inaportnet, yaitu portal elektronik terbuka dan netral serta berfungsi sebagai fasilitas pertukaran data, informasi pelayanan secara cepat, aman, netral, dan mudah. lanjutnya, adalah bentuk dukungan tersebut. Diutarakan, Inaportnet pun terintegrasi dengan instansi pemerintah, badan usaha pelabuhan, dan pelaku industri logistik. “Efeknya positif, yaitu menambah dan memperkuat daya saing logistik nasional,” sahut dia.
Inaportnet pun, imbuh dia, menjadi sebuah bagian pihaknya untukmendukung program kemaritiman Indonesia. Dalam hal ini, tuturnya, pihaknya berperan membangun sistem infrastruktur broadband port pada 6 pelabuhan utama. Yaitu, sahut dia, Belawan (Medan), Batam, Tanjung Priok (Jakarta), Tanjung Perak (Surabaya), Makassar, dan Sorong. “Kami proyeksikan, pembangunannya tuntas akhir tahun ini,” tegas Awaluddin. (ADR)





