90 Persen Komponen KA Impor

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Ternyata, tidak hanya sektor perdagangan dan industri yang terkena imbas pelemahan nilai tukar rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (AS). Adalah jasa transportasi, khususnya, perkeretaapian, juga terkena dampak perkembangan rupiah tersebut.

Menurut Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daop) 2 Bandung, Zunerfin, pelemahan nilai tukar rupiah berpengaruh pada operasional perkeretaapian, yang satu di antaranya, adalah biaya perawatan. Diutarakan, perkembangan situasi tersebut membuat biaya perawatan membengkak. Perkiraannya, kata Zunerfin, biaya perawatan KA di wilayahnya melejit sekitar 20-30 persen.

“Memang benar. Biaya operasional meninggi. Itu karena nilai tukar rupiah yang melemah terhadap Dollar AS,” tandas Zunerfin, di tempat kerjanya, PT KAI Daop 2 Bandung, Senin (16/3).

Dikatakan, membengkaknya biaya operasional, terutama perawatan karena pihaknya belum dapat menyediakan komponen perkeretaapian produk domestik. Komponen, yang peruntukannya baik bagi lokomotif maupun gerbong, mayoritas impor. “Hampir 90 persen, kami mengimpor komponen dan suku cadang. Karenanya, biaya perawatan meningkat,” tutup Zunerfin.  (ADR)

Related posts