48 Kali Gaji, Santunan Korban Trigana Air

BPJS NAKERJABARTODAY.COM – BANDUNG — Belum lama ini, musibah yang berkenaan dengan penerbangan nasional, kembali terjadi. Sebuah pesawat milik Trigana Air jatuh di Gunung Bintang Papua. Dalam tragedi itu, puluhan korban tewas. Di antara para korban tersebut, terdapat 4 orang pegawai PT Pos Indonesia.

Ke-4 pegawai PT Pos Indonesia yang tewas tersebut tercatat sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJS TK). Berdasarkan regulasi, peserta yang mengalami musibah atau kecelakaan, baik berakibat meninggal dunia maupun luka-luka, berhak memperoleh santunan lembaga yang dulunya bernama PT Jamsostek tersebut.

Karenanya, BPJS TK segera melakukan pembayaran klaim sesegera mungkin karena ke-4 pegawai PT Pos tersebut mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK). “Betul. Dalam kecelakaan Trigana Air, terdapat 4 peserta BPJS TK. Keempatnya tercatat sebagai peserta BPJS TK Cabang Bandung. Karenanya, kami segera membayarkan klaim JKK,” tandas Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung-Suci Darmadi, Kamis (20/8)..

Dadi meneruskan, nilai santunan bagi ke-4 korban tewas pegawai PT Pos Indonesia itu dapat berjumlah besar. Perkiraannya, sebut Dadi, nilainya mencapai ratusan juta rupiah per orang. Itu, terangnya, berdasarkan nilai iuran yang dibayarkan PT Pos Indonesia. Apabila mengacu pada regulasi, setiap ahli waris korban berhak menerima santunan sebesar 48 kali gaji. Selain itu, sambungnya, pihaknya pun mengalokasikan dana tambahan, semisal dana pengganti transportasi, biaya pemakaman, dan bea siswa bagi anak-anak para korban.

Pihaknya, cetus Dadi, siap membayarkan klaim itu dalam waktu tidak melebihi satu pekan. “Setelah mendapat kepastian, dalam waktu tidak melebihi satu pekan, kami bayarkan santunannya,” tegas Dadi.

Berkenaan dengan jumlah kepesertaan, di tempat sama, Kepala Bidang Pelayanan BPJS TK Cabang Bandung Suci, Boby Foriawan, menambahkan di wilayah kerjanya, jumlah perusahaan aktif yang tercatat sebagai peserta BPJS TK mencapai 2.961 perusahaan. “Jumlah pekerja aktifnya, sebanyak 313 ribu orang,” ucap Bobby.

Pihaknya, ungkap dia, mencanangkan pertumbuhan kepesertaan. Tahun ini, sebutnya, proyeksi penambahannyanya, dalam hal pekerja, sebanyak 150 ribu orang. Sedangkan pertumbuhan perusahaan yang menjadi peserta, sejumlah 1172 perusahaan. “Hingga Juni, jumlah peserta bertambah 700 perusahaan lebih,” tutup Bobby. (ADR)

Related posts