Dirikan Pabrik, LEN Joint Venture dengan Singapura

kerj
ISTIMEWA

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Menjalin kerjasama merupakan sebuah opsi untuk terus mengembangkan bisnis. Upaya itu pun ditempuh PT LEN Industri (Persero). Lembaga BUMN yang bergerak bidang Renewable Energy bersepakat dengan perusahaan manufaktur modul surya dan penyedia sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) asal Singapura, Sunseap Enterprises Pte Ltd. Bentuk kerjasamanya berupa Perjanjian Jonit Venture Agreement (JVA) membangun pabrik berkapastisa 50 MWp di Batamindo Park, Batam. “Rencanaya, 40 persen hasil produksi kami bersama Suneap Enterprises selaku share holder. Sisanya, dalam bentuk pemasaran secara global,” kata Corporate Secreetary PT Len Industri, Syaifuddin, Kamis (20/8).

Diutarakan, nilai investasi pembangunan pabrik tersebut tergolong besar. Angkanya, sebut dia, mencapai 5 juta dolar Amerika Serikat. Kapasitas 50 MWp, jelasnya, merupakan tahap awal. Selanjutnya, ujar dia, berkembang menjadi berkapasitas sebesar 200 MWp.

Syaifuddin meneruskan, upaya joint venture itu didasari oleh misi PT LEN, yaitu merambah pasar internasional. Jadi, ucapnya, Batam merupakan menjadi titik ideal pembangunan pabrik tersebut. Pertimbangannya, katanya, fasilitas, transportasi, dan regulasi, yang cenderung mudah, ditambah populasi penduduk yang menjadi kekuatan sumber daya manusia (SDM).

Syaifuddin mengutarakan, bersama perusahaan Singapura itu, pihaknya membidik sejumlah pasar, antara lain, PLTS Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), IPP PLTS ESDN/PLN, IPP PLTS Swasta, dan tentunya, market ekspor kawasan ASEAN-Asia Pasifik, termasuk Eropa.

Selain itu, kerjasama tersebut pun, tambahnya, merupakan sebuah jurus guna mendongkrak bisnis solar energy, yang memang pasar global sebagai bidikannya. Tidak itu saja, lanjutnya, sebagai upaya meningkatkan daya saing modul Dalam Negeri, baik dalam hal harga maupun kualitas. “Metode skenarionya, start from the end and ending at the first stage,” seru Syaifuddin.

Dijelaskan, berdirinya pabrik di Batam itu punya efek positif. Antara lain, tuturnya, memperkuat posisi PT LEN sebagai pioneer bisnis renewable energy di Indonesia, hususnya Solar Energy, sekaligus embuka peluang ekspor produk modul surya ke ASEAN dan Asia Pasifik.  (ADR)

Related posts