2015, Telkom Siapkan 1 Juta FTTH

(erwin adriansyah)
(erwin adriansyah)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Memasuki ajang ASEAN Economic Community (AEC), yang bergulir akhir tahun ini atau awal 2016, tingkat persaingan semakin ketat. Untuk itu, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) menjadi salah satu senjata ampuh untuk menyikapi hal tersebut.

Pasalnya, kehadiran TIK yang andal dapat lebih memudahkan sistem informasi dan komunikasi. Dasar itulah yang membuat PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk terus mengembangkan sistem Indonesia Digital Network (IDN), yang merupakan upaya lembaga BUMN tersebut untuk mendukung program Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP-3EI).

“Salah satu bentuk IDN yang terus kami kembangkan yaitu meningkatkan IndiHome. Sejauh ini, di Jabar, kami menyiapkan 1,08 juta sambungan Fiber To The Home (FTTH). Artinya, 1 juta rumah lebih di Jabar terlayani pelayanan IndiHome,” tandas Executive General Manager (EGM) PT Telkom Divisi Regional (Divre) Jabar, Suparwiyanto, di Jalan Bengawan Bandung, Rabu (25/2).

Mayoritas, sambung Parwi, sapaan akrabnya, FTTH, yang berupa pelayanan triple play, sambungan internet berkecepatan tinggi, telepon rumah, dan Usee TV, berlokasi di Bandung Raya. Jumlah FTTH terpasang di Bandung Raya, sebutnya, mencapai 562.470 sambungan. Lalu, lanjutnya, wilayah Cirebon sejumlah 245.772 sambungan. “Berikutnya, Karawang 68.948 sambungan, Sukabumi sebesar 115.498 sambungan, dan wilayah Tasikmalaya mencapai 95.462 sambungan.

Parwi meneruskan, tahun ini, di wilayah kerjanya, pihaknya siap menambah jumlah pengguna IndiHome. Proyeksinya, sambung dia, mencapai 500 ribu pengguna. Angka itu, jelas dia, terdiri atas 300 ribu di Bandung Raya. Selanjutnya, kata dia, Cirebon, Karawang, Sukabumi, dan Tasikmalaya, masing-masing sebanyak 50 ribu pengguna. Saat ini, ungkap dia, pihaknya mencatat jumlah pelanggan existing sebanyak 650 ribu pelanggan.

“Fokus dan prioritas kami adalah pelanggan eksisting. Saat ini, pengguna IndiHome exsisting di Jabar mencapai 10 persen total pelanggan telepon rumah. “Kami optimistis mampu merealisasikan target sebanyak 500 ribu pengguna pada tahun ini,” tutup Parwi.  (ADR)

Related posts