Home » Sosok » Sejati Bintang: Jadi Caleg Itu Jalan Tuhan

Sejati Bintang: Jadi Caleg Itu Jalan Tuhan

IMG01779-20130918-1706JABARTODAY.COM – BANDUNG

Melihat perawakan dan sikapnya yang baby face, tidak terlihat kalau dirinya memiliki keberanian untuk maju ke dunia politik. Itulah Ahmadiawati Sejati Bintang, presenter salah satu televisi lokal di Bandung yang juga bobotoh sejati Persib Bandung, yang maju menjadi Calon Legislatif DPRD Kota Bandung 2014-2019 dari Partai Nasional Demokrat.

Berbincang dengan Jati, sapaan akrabnya, dapat terlihat kalau dirinya memiliki kapabilitas untuk bertarung di dunia politik. Menurutnya, jalan yang saat ini ditempuhnya adalah jalan Tuhan, dikarenakan ia tidak memiliki mimpi menjadi politisi.

“Sebenarnya tidak berniat menjadi caleg, ini jalan Tuhan, entah kebetulan atau memang partainya kurang orang, karena butuh 30 persen kuota perempuan. Lalu dicoba untuk mengikuti aturan KPU (Komisi Pemilihan Umum) dan lolos verifikasi. Ya itu jawaban Tuhan, bukan keinginan saya pribadi,” ujar Jati.

Sebagian orang tahu, kalau dirinya adalah anak dari politisi kawakan, Eka Santosa, yang juga menjadi Ketua DPW Partai Nasdem Jawa Barat. Namun itu, seperti diutarakan Jati, tidak menjadi faktor dirinya berkecimpung di dunia politik.

“Kalau untuk memilih suatu partai politik, kehidupan, itu jawabannya ada di saya. Bapak saya orangnya demokratis, kebetulan saja kita dalam satu partai, satu perahu, mungkin lebih terlihat akur ya, maksudnya kerjasama yang baik sebagai sesama kader Nasdem dan orang tua saya,” tutur ibu satu anak itu.

Profesi yang digeluti saat ini menjadi pembukti terhadap omongan orang yang menyebut dirinya menggunakan nama besar sang ayah dalam maju ke panggung politik. Justru, dituturkan Jati, dirinya ingin merubah persepsi orang tersebut.

“Kalau dorongan, sebagai Ketua DPW Nasdem, cuma meminta apakah bersedia menjadi Caleg DPRD Kota Bandung untuk memenuhi syarat 30 persen tersebut,” aku perempuan kelahiran Tasikmalaya tersebut.

Jati justru menginginkan Partai Nasdem yang dikenal masyarakat, bukan dirinya. Maka itu, dalam sosialisasi yang dilakukannya, ia lebih menyoroti visi misi partai pimpinan Surya Paloh itu, terutama di daerah pemilihannya, Dapil IV Kota Bandung.

“Percuma kalau Sejati Bintang menang di dapil-nya, tapi partainya kalah. Makanya saya lebih ingin memperkenalkan Nasdem ke masyarakat, itu tujuan saya,” ucap Mamih Jati, panggilannya.

Sesungguhnya banyak yang menyayangkan dirinya maju ke dunia politik, bukan karena apa-apa. Tapi karena lingkup yang kecil, yakni Kota Bandung. Malah, imbuh Jati, banyak yang bertanya kenapa dirinya tidak maju untuk DPRD Jawa Barat atau DPR RI sekalian.

“Karena emang kurang orangnya di kota. Dan saya caleg termuda, 26 tahun. Maka itu, saya anggap ini untuk belajar dulu, buat ke depannya nanti,” tutupnya. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.