Home » Politik » APTISI: Aher Layak Jadi Pemimpin Nasional

APTISI: Aher Layak Jadi Pemimpin Nasional

APTISIJABARTODAY.COM – BANDUNG

Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) memiliki kritia tersendiri dalam mencari sosok Presiden 2014-2019. APTISI tidak larut oleh tren survei yang mengedepankan popularitas bakal calon presiden (capres) dan capres resmi.

 

Wakil Ketua APTISI Pusat M. Budi Djatmiko, yang juga Ketua APTISI Jawa Barat, mengemukakan hal itu saat menemui Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Gedung Pakuan, Selasa (7/1/2014).

 

Budi mengatakan, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) selama ini didudukkan pemerintah sebagai “anak tiri”. Sementara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi “anak emas”. Anggaran pemerintah pusat untuk satu PTN mencapat Rp 1 triliun, sedangkan PTS cuma Rp 200 juta. “Seharusnya tidak ada dikotomi antara PTN dan PTS. Pemerintah harus melihat mahasiswanya, bahwa yang di PTN maupun di PTS sama-sama anak bangsa,” tukas Budi.

Budi merinci, pemerintah perlu memahami bahwa 2/3 mahasiswa di Indonesia menuntut ilmu di PTS. Dari sekitar enam juta mahasiswa di Indonesia, tak kurang empat juta diantaranya kuliah di universitas swasta. “Karenanya, dalam kerangka memperjuangkan nasib para mahasiswa Indonesia yang sebagian besar di bawah pembinaan PTS, APTISI ingin agar Presiden 2014-2019 adalah sosok yang mengerti dan peduli PTS,” harap Budi.

 

Bila mengacu pada kesadaran akan posisi penting sumber daya manusia unggul yang tengah menimba ilmu di berbagai perguruan tinggi swasta, Budi menegaskan, presiden pengganti Susilo Bambang Yudhoyono harus sosok yang mampu melepaskan status PTS sebagai “anak tiri” pemerintah.

 

Dalam rangka memperjuangkan aspirasi tersebut, APTISI telah menghimpun sejumlah tokoh nasional yang dinilai memenuhi syarat memimpin Indonesia lima tahun mendatang. “Di jajaran kepala daerah, APTISI mencatat dua gubernur yang layak. Yakni, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek. Keduanya telah membuktikan visi dan kerja nyatanya untuk pendidikan, termasuk untuk PTS khususnya,” ungkapnya.

 

Mengenai aspirasi dimaksud, APTISI akan mendatangi DPR pada 20 Januari mendatang. Diperkirakan 3.000 lebih pimpinan PTS akan hadir di Senayan. Pada hari itu, jajaran rektorat diliburkan, agar total mememui wakil rakyat.

 

Terhadap salah satu materi paparan APTISI itu, Heryawan menyatakan, dalam upaya mewujudkan pendidikan anak-anak Jabar berpendidikan minimal SLTA, pihaknya sejak beberapa tahun lalu telah mendesak pemerintah pusat agar perhatian dan bantuannya justru lebih besar kepala sekolah swasta. “Saya mengatakan dalam pertemuan dengan Presiden dan Menteri Pendidikan, kurang maksimal membina dan membantu sekolah swasta sama dengan mengabaikan nasib 60 persen anak-anak kita. Kan tak lebih 40 persen siswa di SLTA negeri, sisanya di swasta,” ungkap Aher.

 

Khusus Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam beberapa bidang, pembinaan dan bantuan justru lebih banyak difokuskan kepada sekolah swasta. Bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) misalnya, sebagian besar diarahkan ke sekolah swasta.

 

Soal penilaian kelayakan dirinya menjadi Presiden 2014-2019, Aher cuma berkomentar singkat. “Soal pencapresan, ini urusan garis tangan. Saya dahulu tidak berambisi menjadi gubernur dan hasil survei juga tidak mendukung, namun ternyata dipercaya rakyat. Tapi, memang tetap harus ada ikhtiar,” tandasnya. (AVD)

Komentar

komentar