Home » Peristiwa » Sungai Cibeet Meluap, 3 Desa Terendam Banjir

Sungai Cibeet Meluap, 3 Desa Terendam Banjir

Anak-anak bermain di daerah yang terkena banjir di Teluk Jambe Barat, Karawang. (DOK: JABARTODAY)

Anak-anak bermain di daerah yang terkena banjir di Teluk Jambe Barat, Karawang. (DOK: JABARTODAY)

JABARTODAY.COM – KARAWANG 

90 rumah di 3 desa di Kecamatan Teluk Jambe Barat terendam, akibat meluapnya Sungai Cibeet. Berdasarkan informasi Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan ada 75 rumah di Karangligar dan 15 rumah di Mulya Jaya yang terendam air.

“Hal tersebut diakibatkan luapan air dari sungai Cibeet yang limpah ke pemukiman warga di 3 desa, yakni Desa Prungsari, Mekarmulya, dan Karangligar. Ketinggian airnya masih sedikit, sekitar 30 cm, tapi saya sudah kirimkan anggota Tagana (Taruna Siaga Bencana) untuk jaga-jaga,” ujar Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Sosial Karawang, Supriyatna, Rabu (11/12).

Menurutnya, kondisi saat ini air sudah memasuki pekarangan warga. Warga sendiri telah diberikan pelatihan siaga bencana, sehingga dapat mempersiapkan diri. “Kini mereka tahu apa yang sudah dilakukan. Selain itu, Kecamatan Teluk Jambe Barat ini memang langganan banjir setiap tahunnya,” katanya.

Supriyatna menambahkan, berdasarkan informasi yang didapatkan, tinggi permukaan air Sungai Cibeet naik 10,10 pada pukul 01.00, sementara Sungai Citarum masih normal. “Meski begitu masyarakat diharapkan siap dan waspada. Dan jika terjadi banjir segera laporkan,” imbaunya.

Sementara itu, warga Desa Karangligar, cemas dengan kondisi sungai Cibeet saat ini, pasalnya selama dua hari ini kembali meluap dan menggenangi pemukiman warga.

Berdasarkan pantauan, luapan Sungai Cibeet mulai menggenangi pemukiman warga, air mulai naik sekitar 50 cm dan merendam beberapa rumah warga hingga masuk pemukiman warga.

Ikem (45), seorang warga, menuturkan, luapan Cibeet mulai menggenangi pemukiman warga pada pukul 06.00. “Jam 6 air masuk pemukiman warga,  jam 11 tadi siang udah sampai sini, bahkan airnya juga masuk rumah,” imbuhnya.

Melihat itu semua, Ikem mengaku cemas. Dikarenakan, pada awal Januari 2013, daerahnya sempat terendam hampir mencapai 2 meter. “Ya kita cemas saja, karena takutnya kebobolan lagi kaya awal tahun, banjir sampai 2 meter,” sahutnya.

Ia dan keluarganya telah mengemas barang pribadinya. “Sudah kemas baju dan barang lainnya, siap-siap. Biar nanti kalo banjir langsung disimpan di atas,” tandas Ikem. (RHO)

Komentar

komentar