Home » Opini » Air Mata Ibu dan Sidang Bansos

Air Mata Ibu dan Sidang Bansos

(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

(GAMBAR ILUSTRASI: ISTIMEWA)

Oleh: Avila Dwiputra

Wartawan Jabar Today

Bandung semakin metropolis. Terbukti dengan berdirinya hotel berkelas internasional di kota ini. Namun, seiring metropolitannya Bandung, kasus korupsi serta penyelewengan dana juga semakin besar. Belum lama ini, pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Barat mengungkap kasus penyelewengan Dana Bantuan Sosial yang menyeret beberapa orang di Pemerintahan Kota Bandung. Komisi Pemberantasan Korupsi pun membongkar kasus suap terhadap hakim yang melibatkan pejabat peradilan juga petinggi di Kota Bandung. Tidak aneh bila banyak orang yang melakukan korupsi, karena gaya hidup yang semakin mewah saat ini, membutuhkan biaya yang cukup besar.

Di tengah kasus korupsi yang begitu melimpah di Bandung, banyak kisah hidup yang menyentuh dari seorang ibu yang tampak di sebuah persidangan di Pengadilan Negeri Bandung. Seperti ibu yang dianggap menculik anak kandungnya sendiri oleh mantan suaminya. Hanya saja, kisah mereka tertutupi ingar bingar persidangan kasus suap Dana Bansos yang melibatkan hakim Setyabudi Tedjocahyono.

Ada juga kisah menarik seorang ibu yang berjuang bagi keluarganya, meski melalui jalan yang salah. Seperti, wanita yang memiliki ribuan pil ekstasi, dirinya menangis ketika mengingat kedua anaknya yang masih kecil.

Air mata para ibu tersebut menjadi tanda bahwa meski telah melakukan kesalahan, mereka tetap tidak melupakan keluarga atau anaknya. Berbeda dengan para terdakwa korupsi yang seusai sidang masih bisa tertawa bahkan berbincang dengan santai, meski telah mendapat vonis dari hakim.

Bandung memang semakin metropolis dan korupsi juga merajalela di mana-mana. Bahkan, telah banyak skeptis di masyarakat, para pelaku korupsi yang disidang di Bandung akan bebas. Ya, semoga saja dengan akan naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM), tidak membuat orang berlomba melakukan korupsi dan memunculkan gaya hidup baru. Semoga saja di kalangan anak muda tidak timbul istilah “Lo ga korupsi? Ga gaul lo ah!

Kalau muncul, mau dibawa kemana negara ini?

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.