Home » Hukum » Jaksa Acuhkan Keberatan Terdakwa Pembunuh Sisca Yofie

Jaksa Acuhkan Keberatan Terdakwa Pembunuh Sisca Yofie

sisca yofieJABARTODAY.COM – BANDUNG

Dalam sidang eksepsi Senin (9/12) lalu, terdakwa pembunuhan wanita cantik Franceisca Yofie alias Sisca, yakni Wawan dan Ade berkeberatan dengan penerapan pasal tambahan primer kedua, yakni Pasal 339 jo. Pasal 55 KUHP.

Namun, keberatan itu tidak digubris oleh jaksa. Tepisan Penuntut Umum dilontarkan dalam sidang dengan agenda tanggapan jaksa di Ruang Sidang VI Pengadilan Negeri Bandung, Kamis (12/12).

“Bahwasanya pasal yang diterapkan itu kewenangan jaksa penuntut umum. Kami mempunyai kebebasan dan kemerdekaan dalam melakukan penuntutan dan tidak terpengaruh siapapun,” ucap JPU Rinaldi Umar di depan majelis hakim.

Jaksa menegaskan, penambahan pasal dalam dakwaan tidaklah menyalahi aturan. Itu, menurut Rinaldi, dikarenakan sudah diatur dalam Undang-undang Kejaksaan Pasal 2 ayat (2) Nomor 16/2004.

“Tidak apa-apa, itu kewenangan JPU. Sepanjang itu tidak menyimpang dari Berita acara penyidikan. Kalau saya mendakwa Pasal 340 KUHP saya enggak berani, karena itu tidak berdasarkan fakta penyidikan,” jelas Rinaldi.

Dalam kasus ini, ia memandang, ada orang yang mati dan barang hilang. Sehingga penerapan pasal 339 bukanlah hal yang berlebihan.

Saat disinggung terdakwa yang merasa dikelabui karena pada saat proses penyidikan tidak diterapkan pasal tersebut, Rinaldi memiliki jawabannya. “Karena penyidik itu kepentingannya berbeda. Penyidikan untuk penyitaan penggeledahan, pemeriksaan. Nah kalau kita untuk di persidangan. Yang penting pasal itu tidak menyimpang dari penyidikan,” terang Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bandung itu.

Dalam sidang yang dipimpin Parulian Lumban Toruan, insiden kejar-kejaran keluarga mendiang Sisca dengan terdakwa kembali terjadi.

Usai sidang, keluarga meluapkan emosinya. “Wan, saha nu nitah maneh (wan siapa yang nyuruh kamu)?” teriak Elfie, kakak Sisca. Wawan dengan raut wajah kesal hanya mengangkatkan tangan kiri sembari berjalan ke luar ruangan.

Tak puas sampai di situ keluarga kembali mengejar meski terdakwa berhasil diamankan dan dimasukkan ke dalam mobil tahanan Kejari Bandung.

Sidang sendiri akan dilanjutkan dengan agenda putusan sela pada Kamis (19/12). (VIL)

Komentar

komentar