Home » Headline » Dianggap Terima Suap, Jaksa Tuntut Setyabudi 16 Tahun Penjara

Dianggap Terima Suap, Jaksa Tuntut Setyabudi 16 Tahun Penjara

Mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tedjocahyono, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis (15/8). Setyabudi diduga menerima suap terkait perkara Dana Bantuan Sosial Kota Bandung. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung, Setyabudi Tedjocahyono, menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung, Kamis (15/8). Setyabudi diduga menerima suap terkait perkara Dana Bantuan Sosial Kota Bandung. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Setyabudi Tedjocahyono hanya bisa terdiam saat mendengar tuntutan 16 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi kepada dirinya. Mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Bandung itu dianggap jaksa telah menerima suap terkait perkara Dana Bantuan Sosial Kota Bandung saat dirinya menjabat sebagai Ketua Majelis Hakim.

Jaksa mengenakan Pasal 6 dan 12 UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 KUHP. “Memohon kepada majelis hakim untuk menjatuhkan pidana penjara selama 16 tahun serta denda 400 juta rupiah yang bila tidak dibayar diganti kurungan penjara selama 1 tahun,” ucap JPU KPK dalam pembacaan tuntutannya di Ruang Sidang I PN Bandung, Senin (25/11).

Yang memberatkan Setyabudi, menurut jaksa, adalah terdakwa orang yang mengerti hukum. Tak hanya itu, terdakwa bukanlah sembarang hakim, melainkan hakim tindak pidana korupsi atau yang menyidangkan perkara rasuah. Sehingga hukuman itu dianggap pantas, selain terdakwa juga seorang pegawai negeri sipil alias pejabat negara.

Namun, hal itu dibantah kuasa hukum Setyabudi. Mereka berpandangan jaksa memberikan tuntutan berdasarkan emosi sesaat. “Tuntutan terlalu berat. Jaksa memberikan tuntutan dengan penuh emosi,” ujar Joko Widodo, kuasa hukum Setyabudi.

Pernyataan Joko dijawab balik oleh JPU KPK melalui Ali Fikri. Ia menilai, tuntutan yang dibuat pihaknya tersebut tidak dengan emosi. “Tapi kami melihat sesuai fakta persidangan yang ada,” tepisnya.

Seperti diketahui, KPK menangkap tangan Setyabudi saat menerima uang dari Asep sebesar Rp 150 juta di ruang kerjanya 22 Maret 2013. Uang itu adalah imbalan dalam pengurusan perkara korupsi dana bansos Kota Bandung yang melibatkan 7 terdakwa yang kesemuanya pegawai Pemerintah Kota Bandung. Kasus ini juga menyeret mantan Wali Kota Bandung Dada Rosada serta mantan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi. (VIL) 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.