Home » Hukum » Tergiur Keuntungan, Seorang Pria Jual Kosmetik Ilegal

Tergiur Keuntungan, Seorang Pria Jual Kosmetik Ilegal

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Martinus Sitompul (kanan) memperlihatkan obat pemutih berbahaya di Mapolda Jabar, Jumat (1/11). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Martinus Sitompul (kanan) memperlihatkan obat pemutih berbahaya di Mapolda Jabar, Jumat (1/11). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Tergiur keuntungan Rp 12 juta/bulan, seorang pria berusia 30-an, J, mengedarkan dan menjual obat pemutih yang berbahan dasar merkuri di daerah Pantai Utara Jawa dan Jawa Timur. Padahal, merkuri sendiri adalah bahan berbahaya yang penggunaannya harus memiliki izin dari Departemen Kesehatan.

“Itu diketahui setelah melewati tes di laboratorium Badan POM Bandung, ternyata kosmetik tersebut mengandung merkuri,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Martinus Sitompul, dalam ekspos di Mapolda Jabar, Jumat (1/11).

J sendiri ditangkap jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar di Perumahan Galuh Mas Komplek City View Blok D No 22, Karawang, Kamis (31/10), sekitar pukul 13.30. Setelah dilakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara, bahwa kegiatan peracikan dan pengemasan kosmetik itu tidak memiliki izin produksi dan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. “Barang ini berbahaya bagi pemakainya,” singkat Martin.

Modus yang dilakukan J, seperti diungkap Martin, adalah membeli 1 galon Mei Yung atau KW seharga Rp 2 juta. 1 galon sendiri dapat menjadi 90 lusin obat pemutih. Ia lalu mengolah dan mengemas kembali, lalu menjualnya sesuai pesanan. Barang tersebut Rp 35 ribu/lusin ke warung-warung, harga di warung sendiri berkisar Rp 5000/botol. “Dia mendapat keuntungan bersih Rp 12 juta/bulan setelah dipotong biaya produksi dan upah kelima pekerjanya,” tutur Martin.

Menurut Martin, produk sangat laris manis di wilayah tersebut, khususnya di Pantura Jawa. Meski begitu, Martin menegaskan, bahwa obat tersebut berbahaya. “Maka itu bila membeli kosmetik, lihat ada izinnya, lalu apakah produk tersebut ada di pasaran. Terus lihat apakah ada efek sampingnya,” imbau Martin.

J sendiri mengaku, mendapatkan bahan dasar obat itu dari Jakarta, tepatnya di Pasar Glodok. Dirinya sendiri menyatakan tidak mengetahui apa yang dilakukannya ilegal. “Saya baru tahu sekarang, sebelumnya ga tahu,” aku J.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti, yakni 843 lusin kosmetik merek Diamond, 300 lusin kosmetik merek SP. Kembang, 8 galon bahan jadi jenis Mei Yung, 49 plastik bahan jadi jenis Mei Yung, 8 karung bahan jadi jenis Mei Yung, 12 karung dus kecil merek Mahkota, 1 dus SP. Kembang siap kemas, 28 dus kosmetik kecil merek SP. Kembang, dan satu bak penampung bahan kosmetik berikut gayung.

Atas perbuatannya tersangka sendiri akan dikenakan Pasal 197 jo. Pasal 106 ayat (1) UU No 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 1,5 miliar. (VIL)

Komentar

komentar