Home » Headline » Terdakwa Korupsi Dana Raskin Wajib Bayar Uang Pengganti Miliaran Rupiah

Terdakwa Korupsi Dana Raskin Wajib Bayar Uang Pengganti Miliaran Rupiah

Terdakwa korupsi raskin, mantan Kasi Administrasi dan Keuangan Bulog Subdivre Bandung, Nyimas Sukaesih, mendengarkan putusan yang dibacakan majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (4/9). Nyimas divonis 4 tahun penjara setelah terbukti melakukan korupsi dana raskin. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

Terdakwa korupsi raskin, mantan Kasi Administrasi dan Keuangan Bulog Subdivre Bandung, Nyimas Sukaesih, mendengarkan putusan yang dibacakan majelis hakim Pengadilan Tipikor Bandung, Rabu (4/9). Nyimas divonis 4 tahun penjara setelah terbukti melakukan korupsi dana raskin. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Terbukti melakukan korupsi dana operasional beras untuk rakyat miskin (raskin), mantan Kepala Bulog Sub Divisi Regional Bandung, Ruhyat Natajoeda, divonis 3,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bandung.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa selama 3 tahun 6 bulan serta denda 50 juta rupiah,” ujar Hakim Ketua, Heri Sutanto, dalam pembacaan putusannya di Ruang Sidang I Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (4/9) sore.

Selain itu, Ruhyat diwajibkan membayar uang pengganti senilai Rp 1,7 miliar. Hakim menganggap Ruhyat melanggar tindak pidana korupsi yang diatur dalam Pasal 3 jo. Pasal 9 ayat (1) jo. Pasal 18 huruf b UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tak hanya Ruhyat, sidang juga menvonis 2 terdakwa lainnya, yakni Nyimas Sukaesih, mantan Kepala Seksi Administrasi dan Keuangan Bulog Subdivre Bandung, serta Muchlis, mantan Wakil Kepala Bulog Subdivre Bandung, dengan hukuman masing-masing 4 dan 3,5 tahun penjara. Nyimas sendiri diwajibkan membayar kerugian negara sebesar Rp 1,1 miliar, lalu Muchlis Rp 187 juta.

Putusan ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yang besarnya masing-masing, 4,5 tahun dan 4 tahun penjara. Atas putusan tersebut, ketiganya melakukan pikir-pikir, termasuk jaksa penuntut umum.

Saat diminta hakim untuk berdiskusi dengan penasehat hukumnya, Nyimas tidak menghiraukan perkataan tersebut dan hanya menangis mendengarkan vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepadanya.

Modus yang dilakukan para terdakwa, seperti tertera dalam dakwaan jaksa, adalah dengan menaikkan biaya operasional pendistribusian raskin dari ketentuan Rp 107,00/kg menjadi Rp 112,00/kg. Namun satuan kerja yang diterima tetap Rp 107,00/kg yang dipotong dari komponen produksi.

Tarif berlaku sejak 2008 hingga 2010. Pada 2008, raskin yang disalurkan untuk Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang mencapai 68 juta kilogram, 2009 (77,3 juta kg), dan 2010 (69,9 juta kg). Akibatnya perbuatan para terdakwa, negara dirugikan Rp 4,4 miliar. (VIL)

Komentar

komentar