Home » Ekonomi » Pemilu, Perputaran Uang Capai Triliunan Rupiah

Pemilu, Perputaran Uang Capai Triliunan Rupiah

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VI Jabar-Banten, Dian Ediana Rae.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Bagi Indonesia, tahun ini berlangsung pesta politik, yaitu Pemilhan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Di balik agenda besar yang menghabiskan dana raksasa tersebut, ternyata, berlangsung perputaran uang yang juga tidak sedikit.

 

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah VI Jawa Barat-Banten Dian Ediana Rae berpendapat, pada tahun politik, dinamika Jabar luar biasa. Pasalnya, jelas dia, Jabar memiliki populasi dan voter yang banyak. Menurutnya, hal tersebut tentunya berpengaruh pada kondisi dan roda ekonomi di tatar Pasundan.

“Dampak langsungnya dapat terasa pada aktivitas kampanye,” ujar Dian pada sela-sela Seminar Seminar Ekonomi Politik : Ekonomi Jawa Barat – Banten pada Tahun Politik 2014 dan Implikasinya pada Masa Depan di Bale Pasundan, Kantor Perwakilan Wilayah VI Jabar-Banten, Selasa (18/3/2014).

 

Melihat kondisi itu, Dian memperkirakan, terjadi perputaran uang yang cukup besar. Perkiraannya mencapai Rp 1,5 triliun. Angka itu, jelas dia, terdiri atas spending kampanye sekitar Rp 750 miliar dan pengeluaran informal, yang kira-kira, nilainya Rp 750 miliar.

 

Dian menyatakan, adanya aktivitas politik itu, beberapa sektor dapat menggeliat. Ini berarti, terangnya, terjadi dinamika yang cukup signifikan. “Misalnya, pemerintah pun harus meningkatkan belanja modal agar bisa terjadi percepatan proyek pembangunan. Tapi, yang terpenting adalah implikasinya pada masa mendatang,” papar Dian.

 

Dia berpandangan, sejauh ini, ada 2 persoalan yang harus mendapat perhatian serius. Pertama, sebut dia, adalah persoalan eksternal. Maksudnya, jelas dia, pemerintah pada periode berikutnya harus dapat membuat negara ini berposisi, utamanya dalam bidang ekonomi. “Umpamanya, bagaimana meningkatkan ekspor, menciptakan ekonomi yang lebih kompetitif, industri dapat lebih efisien, termasuk membuat neraca perdagangan surplus,” urai dia.

 

Kedua, sambung Dian, yaitu persoalan internal. Menurutnya, sejauh ini, masih ada sejumlah persoalan ekonomi mendasar yang harus mendapat perhatian. Contohnya, berkenaan dengan ketahanan pangan nasional yang masih rentan. Lalu, sambung Dian, adanya kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kebutuhan mendasar harus dapat memberi nilai tambah sehingga berefek positif bagi negara ini,termasuk Jabar.

 

Soal presiden dan para anggota legislatif periode berikutnya, Dian mengutarakan, negara ini butuh sosok pemimpin bervisi maju dan terobosan. Itu, imbuhnya, demi menciptakan iklim usahayang lebih baik serta adanya kepastian. Hal tersebut, ujarnya, berkaitan dengan investasi. “Bagaiamana pun, negara ini masih membutuhkan modal dan teknologi asing,” seru Dian.

 

Sisi lainnya, ucap Dian, pemimpin dan para anggota legislatif harus memiliki strategi untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi pengangguran tanpa adanya suntikan modal asing. Karenanya, negara ini membutuhkan legislatif dan eksekutif yang lebih sinergis. “Jangan terlibat berbagai konflik yang tidak perlu. Itu membuang waktu. Padahal, ada hal lain yang jauh lebih penting, yaitu bagaimana terus meningkatkan roda ekonomi,” tutup Dian. (ADR)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.